Breaking News:

Unjuk Rasa Mahasiswa

Polisi Ogah Perpanjang Pernyataan Luthfi Alfiandi yang Mengaku Disetrum, Kondusivitas Jadi Prioritas

MABES Polri menyatakan tak ada penganiayaan terhadap Luthfi Alfiandi oleh penyidik Polres Jakarta Barat.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Lutfi Alfiandi (20), pemuda yang fotonya viral sedang menggenggam bendera Merah Putih saat kerusuhan di kawasan DPR, Jakarta, September 2019, tak kuasa menahan tangis usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (8/01/2020) siang. 

MABES Polri menyatakan tak ada penganiayaan terhadap Luthfi Alfiandi oleh penyidik Polres Jakarta Barat.

Hal itu berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan tim internal.

Namun begitu, polisi enggan memperpanjang pernyataan Luthfi ke ranah hukum.

KRONOLOGI 10 Lansia Bekasi Jadi Korban Hipnotis, Dijanjikan Syuting Lalu Disuruh Lepaskan Perhiasan

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengungkapkan alasan pihaknya tidak memperpanjang pernyataan Luthfi demi menjaga kondusivitas.

"Pihak kepolisian itu mengedepankan fungsi tugas utamanya memberikan rasa aman dan rasa nyaman dalam berbagai peristiwa."

"Kalau pilihannya dalam situasi yang lebih baik dan kondusif itu menjadi prioritas."

Komisi B DPRD DKI Nilai Jalur Sepeda Berharga Puluhan Miliar Sia-sia dan Jadi Beban Dishub

"Tidak perlu kita menganggap persoalan yang kemudian memperkeruh situasi," kata Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Menurut Asep, saat ini pun Luthfi Alfiandi telah bebas setelah ditahan selama 4 bulan untuk menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dia bilang, kasus ini bisa menjadi pembelajaran positif semua pihak.

10 Lansia di Bekasi Diduga Dihipnotis Pakai Asap Rokok, Ini Ciri-ciri Pelaku

"Saya kira pihak keluarga Luthfi sudah pada posisi kembali kumpul bersama keluarga, dan kedua, semua mendapatkan pelajaran positif dari peristiwa ini," terangnya.

Di sisi lain, ia menyebutkan, meski tidak terbukti, pernyataan Luthfi bisa menjadi evaluasi bagi Polri dalam menjalankan tugasnya.

"Artinya dengan situasi sekarang ini semua sudah kembali normal."

Mengaku Terbawa Situasi di Media Sosial, Penghina Wali Kota Surabaya: Maafkan Saya Bunda Risma

"Keluarga dari pihak Luthfi bisa memahami apapun yang terjadi hasil pemeriksaan itu."

"Kita tetap memberikan evaluasi terhadap tugas dan wewenang Polri," ucapnya.

Sebelumnya, Mabes Polri mengungkapkan hasil penyelidikan dugaan adanya tindak kekerasan yang dilakukan terhadap Luthfi Alfiandi, saat diperiksa di Polres Jakarta Barat.

Cuma 2 Wakil Warga Hadiri Sidang Class Action Banjir Jakarta, Azas Tigor Bilang 3 Lagi Diintimidasi

Hasilnya, penyidik menyebut tak ada kekerasan saat memeriksa Luthfi.

"Tim sudah melakukan gelar terhadap hasil temuan itu, kemudian hasilnya bahwa tidak terbukti apa yang dituduhkan itu (penganiayaan Luthfi)," katanya.

Dia mengatakan, kesimpulan itu diberikan pasca-tim Inspektorat Mabes Polri bidang hukum dan Divisi Profesi dan Pengamanan, melakukan gelar perkara terhadap lima penyidik Polres Jakarta Barat.

Dalam Waktu Dekat Persija Bakal Kenalkan Pemain Baru Lagi, Osvaldo Haay?

Menurut Asep, pemeriksaan yang dilakukan disimpulkan penyidik tersebut telah melakukan pemeriksaan terhadap Luthfi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Temuannya penyidik sudah bekerja berdasarkan SOP yang ada."

"Jadi saya kira ini selaras dengan kajian yang dibahas juga di persidangan."

600 WNI Mantan ISIS Bakal Dipulangkan, Polri akan Lakukan Langkah-langkah Ini

"Persoalan itu tidak menjadi persoalan yang secara khusus yang dapat mempengaruhi keputusan dari persidangan," ungkapnya.

Dia menambahkan, penetapan Luthfi sebagai tersangka dinilai telah berdasarkan bukti yang komprehensif.

Satu di antaranya, bukti Closed Circuit Television (CCTV) Luthfi melakukan aksi kekerasan terhadap Polri saat aksi demonstrasi.

lsuzu Panther Menanti Ajal, Produsen Sebut Aturan Ini Jadi Salah Satu Alasannya

Dengan bukti yang cukup itu, Asep menyebutkan tudingan dari Luthfi yang mengaku dianiaya oleh oknum penyidik Polres Jakarta Barat, dinilai tidak relevan lagi.

"Jejak digital itu menjadi sebuah hal yang konkret tentang kehadiran yang bersangkutan di TKP, dan apa yang dilakukan bersangkutan di TKP."

"Sehingga dengan bukti itu, penyidik bukan bekerja menuntut pengakuan (Luthfi) tetapi keterangan itu sudah cukup," jelasnya.

BREAKING NEWS: Polisi Bandara Soetta Ciduk Anggota Sindikat Pemalsu KTP, SIM, Ijazah, dan Akta Nikah

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis meminta oknum polisi yang diduga menganiaya Luthfi Alfiandi, pemuda yang fotonya viral karena membawa bendera di tengah aksi demonstrasi pelajar STM, ditindak tegas.

Idham Azis mendorong Kadiv Propam Polri Irjen Ignatius Sigit Widiatmono menelisik keterangan dari Luthfi.

"Nanti sudah dibentuk ada Kadiv Propam."

 Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas Pakai Kantor Virtual, Pemprov DKI Baru Bayar Kontrak 75 Persen

"Tim akan kita periksa, apa benar polisi melakukan itu, kalau benar saya sudah minta ditindak tegas," katanya di Kantor Kompolnas, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Sebaliknya, Idham Azis juga mengingatkan apabila keterangan yang diberikan Luthfi ternyata tidak benar.

Eks Kabareskrim itu menyatakan, ucapan tersebut bisa menjadi fitnah kepada institusi Polri.

 DAFTAR Penasihat Ahli Kapolri, Ada Eks Ketua KPK, Pengamat Bilang Agar Terhindar dari Kriminalisasi

"Kalau juga tidak benar itu pengakuan juga bisa menjadi bahan fitnah."

"Jadi bisa jadi bumerang bagi yang bersangkutan (Luthfi), sehingga kita harus hati-hati dan waspada," ucapnya.

Sebelumnya, Luthfi Alfiandi mengaku dianiaya oknum penyidik saat dimintai keterangan di Polres Jakarta Barat.

 Diperiksa Lagi Sebagai Tersangka Setelah 4 Tahun, RJ Lino: 6,5 Tahun Saya Bikin Kaya Perusahaan

Lutfi membeberkan dirinya terus diminta mengaku telah melempar batu ke arah polisi.

"Saya disuruh duduk, terus disetrum, ada setengah jam lah."

"Saya disuruh ngaku kalau lempar batu ke petugas, padahal saya tidak melempar," aku Lutfi di hadapan hakim, Senin (20/1/2020).

 BREAKING NEWS: Siang Ini Roy Suryo Bakal Polisikan Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana

Lutfi saat itu merasa tertekan dengan perlakukan penyidik terhadapnya.

Sebab, ia disuruh mengaku apa yang tidak diperbuatnya.

Desakan itu membuat dia akhirnya menyatakan apa yang tidak dilakukannya.

 Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Suap Komisioner KPU, Hasto Kristiyanto Bilang untuk Jaga Muruah KPK

"Karena saya saat itu tertekan, makanya saya bilang akhirnya saya lempar batu."

"Saat itu kuping saya dijepit, disetrum, disuruh jongkok juga," bebernya. (Igman Ibrahim)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved