Breaking News:

Salah Tangkap

Kasus Dugaan Salah Tangkap Sopir Taksi Online, PN Jakarta Selatan Gelar Sidang Putusan Sela

PENGADILAN Negeri Jakarta Selatan akan menggelar agenda persidangan dugaan perampokan oleh sopir taksi online bernama Ari Darmawan.

Istockphoto/Menonsstocks
ILUSTRASI Korban salah tangkap 

Sopir taksi online Ari Darmawan diduga menjadi korban salah tangkap dari kasus pencurian dengan kekerasan terhadap salah satu penumpang taksi online.

PENGADILAN Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) akan menggelar agenda persidangan dugaan perampokan oleh sopir taksi online bernama Ari Darmawan.

Sidang itu dijadwalkan digelar pada pukul 15.00 WIB, Rabu (5/2/2020).

Polisi Membekuk Sopir Taksi Online yang Menjadi Penadah Kendaraan Hasil Curanmor

Driver Taksi Online Jadi Korban Begal, Warga Hanya Melihat-Lihat dan Membiarkan Korban Sampai Tewas

VIDEO : Cerita Dharty Manullang, Sempat Jadi Sopir Taksi Online Karena Tak Laku di Dunia Akting

Kuasa hukum Ari dari LBH Mawar Saron, Yoshua Napitupulu, mengatakan sidang hari ini beragendakan pembacaan putusan sela.

"Agendanya putusan sela, dijadwalkan akan digelar hari ini pukul 15.00," kata Yoshua saat dikonfirmasi, Rabu (5/2/2020).

Yoshua menjelaskan, Ari diduga menjadi korban salah tangkap dari kasus pencurian dengan kekerasan terhadap salah satu penumpang taksi online.

Tiba-tiba ditangkap polisi

Kasus ini bermula pada hari Rabu (4/9/2019) pukul 03.40 WIB dini hari, Ari mendapatkan pesanan dari calon penumpang (S) yang meminta dijemput dari daerah Kemang Venue Jakarta Selatan menuju daerah Damai Raya Cipete.

Namun saat dihubungi oleh Ari, (S) tidak merespon chat dan telepon, tak lama kemudian (S) tidak lagi dapat dihibungi oleh Ari.

Bak petir di siang bolong, keesokan harinya Ari ditangkap oleh Pihak Kepolisian Polres Jakarta Selatan atas tuduhan melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban yakni (S) dan temannya (A).

Lembaga Bantuan Hukum Mawar Saron Jakarta sebagai kuasa hukum Ari telah melakukan investigasi terhadap kasus tersebut dan menemukan informasi yang dapat membuktikan bahwa Ari merupakan korban salah tangkap.

"Awalnya korban memesan taksi online dengan pengemudi atas nama Dadang Supriyatna, setelah korban naik ke dalam mobil, Dadang membatalkan orderan sehingga secara otomatis aplikasi mencari driver baru (reblast) dan orderan tersebut diterima oleh Ari," jelas Yoshua.

"Ari tidak pernah menjemput kedua korban karena kedua korban sudah naik ke mobil Dadang. Kami telah melaporkan Dadang ke Polres Jakarta Selatan," sambungnya.

Sementara itu, dalam sidang pembacaan dakwaan pada hari Selasa, 7 Januari 2020 lalu, Ari didakwa dengan Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 365 ayat (2) ke 1 KUHP. (M23)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved