Breaking News:

Revitalisasi Monas

Anies Baswedan Belum Memastikan Terkait Proyek Revitalisasi Monas akan Berlanjut pada Waktu Kapan

Sekarang belum dilanjutkan, nanti sesudahnya yah. Besok akan kami kirimkan gambaran revitalisasi kepada komisi pengarah.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 

"Lokasi dibersihkan, semua sudah dicek kembali. Kemudian untuk penandatangan prasasti sudah dipersiapkan," ucap dia.

Suasana Flyover Rawapanjang dan Cipendawa, Kota Bekasi jelang diresmikan pada Jumat (31/1/2020) besok pagi. Peresmian akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Suasana Flyover Rawapanjang dan Cipendawa, Kota Bekasi jelang diresmikan pada Jumat (31/1/2020) besok pagi. Peresmian akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Ia menambahkan untuk titik peresmian akan dilakukan di Flyover Cipendawa. Akan tetapi rombongan Gubernur DKI Jakarta akan menuju ke Flyover Rawapanjang terlebih dahulu.

"Start dari area Pemkot Bekasi, terus ke Flyover Rawapanjan melihat-lihat sekaligus menjajal baru ke Flyover Cipendawa sekaligus peresmian," jelas Solihin.

Sebelumnya, Idi Susanto, Kasi Pengembangan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi menerangkan pembangunan kedua flyover itu Rawapanjang dan Cipendawa telah dimulai sejak tahun 2017.

Adapun biaya pembangunan kontruksi maupun pembebasan lahan menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas kompensasi keberadaan TPST Bantargebang.

"Jadi pembangunannya dua tahap, tahap satu di tahun 2017- 2018 dan tahap dua ini di tahun 2019," kata dia.

 Google Search Meledak Dihujani Pencarian Kata Kunci Virus Bir Corona yang Diduga Penyebar Virus Maut

Idi menambahkan Flyover Rawapanjang itu menghubungkan Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan Raya Narogong.

Sedangkan Flyover Cipendawa merupakan akses penghubung Jalan Raya Cipendawa dan Jalan Raya Narogong.

"Selain untuk mengurai kemacetan di titik lokasi tersebut, pembanguannya juga untuk menunjang kelancaran operasional truk sampah DKI menuju ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang," jelas dia.

 Pembawa Bendera Luthfi Divonis Empat Bulan Setelah Sempat Mengaku Disetrum Lewat Kedua Daun Telinga

Anggaran untuk dua proyek ini mencapai Rp 760 miliar, baik untuk pembebasan lahan maupun konstruksi bangunan.

Rinciannya Rp 180 miliar untuk kontruksi Flyover Rawapanjang dan sebesar Rp 240 miliar untuk Flyover Cipendawa.

Flyover Rawapanjang memiliki panjang 800 meter dan Flyover Cipendawa 850 meter.

"Nanti setelah dibuka usai diresmikan, maksimal beban kendaraan yang boleh melintas 12 ton,” tandas Idi.

 Lagi Luna Maya Kembali Mendapat Peranan Sebagai Sosok Suzzanna di Film Santet yang Dijamin Seram

Sebelumnya, diberitakan bahwa peresmian Flyover Rawapanjang dan Cipendawa, Kota Bekasi diundur hingga akhir bulan Januari 2020.

Peresmian itu semua dijadwalkan pada awal tahun 2020, tapi karena ada bencana banjir menjadi diundur.

"Iya diundur, kita masih tanggap darurat banjir," kata Kepala Seksi Peningkatan Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Idi Susanto kepada Wartakotalive.com, Selasa (14/1/2020).

Selain karena terjadi bencana banjir, peresmian juga menunggu jadwal Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk dapat ikut meresmikan.

Sebab, pembangunan dua flyover tersebut murni menggunakan dana bantuan Provinsi DKI Jakarta.

"Untuk jadwalnya belum dapat, tapi kemungkinan Januari akhir," ucap Idi.

Untuk proses pembangunan kedua flyover itu juga telah rampung 100 persen.

"Sudah rampung 100 persen, sudah tidak ada lagi pengerjaan baik dibawa ataupun diatas flyover," kata Idi.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengungkapkan peresmian kedua flyover itu menunggu waktu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

 Terungkap Keberadaan Harun Masiku Dipastikan di Luar Negeri pada Saat Dua Hari Sebelum Ditangkap KPK

Akan tetapi, pihaknya telah mengirimkan surat undangan untuk hadir dalam peresmian yang akan dilakukan pada 28 Januari 2020.

"Harusnya si sekarang sudah bisa digunakan, meresmikan si bisa belakang. Tapi nunggu pak gubernur waktunya, yang bantu kita kan pak Gubernur DKI tentunya dia dengan segala kesibukan kita minta waktu 28 Januari meresmikan flyover. Ya kita lapor juga sama Gubernur Jawa Barat karena kita bagian Jabar," ungkap Rahmat.

Rahmat menambahkan anggaran pembangunan kedua flyover itu seluruhnya menggunakan dana bantuan DKI Jakarta sebesar Rp 300 miliar untuk kontruksi. Proses pembangunannya juga telah dimulai sejak tahun 2017 dan rampung pada akhir 2019.

"Anggarannya Rp 300 miliar kontruksi saja, kalau sampai pembebasan lahan bisa Rp 400 milar lebih. Kalau ini pakai APBD kita bisa 10 tahun engga selesai-selesai," kata dia.

 E-Drives Satpas SIM Polda Masih Belum Beroperasi karena Alat Elektronik Itu Sempat Terendam Banjir

Kedua flyover itu juga untuk mempermudah arus kendaraan truk sampah milik DKI Jakarta menuju ke TPST Bantargebang.

"Sebenarnya, bukan truk sampah saja, tapi semua kendaraan. Flyover bisa digunakan siapa saja," papar dia.

Sebagai informasi, pembangunan kedua flyover itu menelan biaya Rp 420 miliar untuk kontruksinya saja. Dengan rincian Flyover Rawapanjang sebesar Rp 180 miliar dan Cipendawa Rp 240 miliar.

Flyover Rawapanjang memiliki panjang 800 meter dan Flyover Cipendawa 850 meter.

 Gelombang Protes Rakyat Iran Terjadi Dampak Pesawat Berpenumpang 176 Jiwa Tega Dihabisi dengan Rudal

Sebelumnya, diberitakan bahwa proyek pembangunan infrastruktur yaitu Flyover Rawapanjang dan Flyover Cipendawa yang didanai DKI Jakarta sudah rampung.

Bulan depan atau pada Januari 2020, sudah bisa dilalui oleh kendaraan.

Pembangunan Flyover Rawapanjang dan Cipendawa Kota Bekasi yang didanai Pemerintah DKI Jakarta sudah rampung. Direncanakan pada Januari 2020 sudah bisa dilintasi kendaraan.

"Proyek sudah rampung 100 persen pembangunan Flyover Rawapanjang dan Cipendawa."

"Terakhir, kontrak tanggal 30 Desember, ya tingga perapihan bekas proyek aja," kata Idi Susanto, Kasi Pengembangan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Kamis (26/12/2019).

 Jalan di Bandara Soetta Menjelma Seperti Kubangan Kerbau Meski Merupakan Bandara Internasional

Idi menerangkan, untuk pengoperasiannya atau peresmiannya direncanakan pada Januari 2020.

Ada pun untuk tanggalnya menunggu jadwal dari Gubernur DKI Jakarta yang berencana akan ikut meresmikan.

"Belum pasti jadwalnya, pokoknya Januari kan sudah siap nih, cuma kan kemarin Gubernur DKI kan juga pengen hadir nih, jadwalnya belum dapat, belum klop," jelas Idi.

Idi menjelaskan pembangunan kedua flyover itu Rawapanjang dan Cipendawa telah dimulai sejak tahun 2017.

Adapun biaya pembangunan konstruksi maupun pembebasan lahan menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Jadi, pembangunannya dua tahap, tahap satu di tahun 2017- 2018 dan tahap dua ini di tahun 2019," kata dia.

Idi menambahkan Flyover Rawapanjang itu menghubungkan Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan Raya Narogong.

Pemerintah Kota Bekasi kembali melanjutkan proyek jalan layang Rawa Panjang dan Cipendawa.
Pemerintah Kota Bekasi kembali melanjutkan proyek jalan layang Rawa Panjang dan Cipendawa. (Dokumentasi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi)

Sedangkan Flyover Cipendawa merupakan akses penghubung Jalan Raya Cipendawa dan Jalan Raya Narogong.

"Selain untuk mengurai kemacetan di titik lokasi tersebut, pembanguannya juga untuk menunjang kelancaran operasional truk sampah DKI menuju ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang," katanya.

Pembangunan kedua flyover itu menelan biaya Rp 420 miliar untuk kontruksinya saja.

Dengan rincian: Flyover Rawapanjang sebesar Rp 180 miliar dan Cipendawa Rp 240 miliar.

Flyover Rawapanjang memiliki panjang 800 meter dan Flyover Cipendawa 850 meter.

 Ada Wanita Hamil di Kabupaten Bekasi Sembunyi di Kolong Ranjang Saat Gerhana Matahari Akibat Mitos

Sebelumnya, diberitakan bahwa pembangunan Flyover Rawa Panjang dan Cipendawa Kota Bekasi terancam terganggu. Pasalnya, proyek itu mengandalkan dana hibah kemitraan DKI Jakarta yang tidak didapat Pemerintah Kota Bekasi pada tahun 2018 ini.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyebut, meskipun proyek pembangunan kedua flyover itu terganggu karena tidak dapatnya dana hibah kemitraan DKI Jakarta, ia memastikan akan tetap melanjutkannya.

"Berpengaruh pastinya karena dana kemitraan DKI itu tidak ada, tapi kita akan tetap lanjutkan."

"Jangan sampai mangkrak," katanya kepada Wartakotalive.com, Jumat (19/10/2018).

Rahmat Effendi menjelaskan, pembangunan flyover Rawa Panjang dan Cipendawa itu memang lebih banyak mengandalkan dana hibah kemitraan DKI, selain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi.

Dana hibah kemitraan DKI Jakarta pada 2017 sebesar Rp 200 miliar.

"Kalau dana kemitraan tidak dapat terus ini kan yang repot."

"Sekarang, kalau saya tanya bangun flyover, aksesnya buat siapa, kan buat DKI."

"Saya memperbaiki jalan Jatiasih yang sudah bagus itu, saya tanya, aksesnya buat siapa, buat kepentingan DKI, ada warga saya memang di situ tapi kan mobilitas truk sampah DKI lewat situ," katanya.

Ia mengungkapkan tidak melihat berapa nilai dana kemitraan DKI Jakarta, tetapi komunikasi dan manfaat bersama antar Kota Bekasi dan DKI Jakarta.

"Ini kan sudah ada Perjanjian Kerja Sama (PKS), dulu kita dapat Rp 3 miliar, setelah Pak Jokowi dapat dana kemitraan Rp 40 miliar lebih, terus ke Pak Ahok 2017 itu Rp 200 miliar."

"Jadi dalam perjanjian itu dana kompensasi itu bukan soal uang bau bantar gebang tapi ada dana kemitraan," tandasnya.

Pantauan Wartakotalive.com, proyek pengerjaan kedua flyover itu masih tetap berjalan.

Terlihat sejumlah alat berat maupun pekerja sedang melakukan pekerjaan kontruksi.

Dampak proyek itu juga arus lalu lintas macet dikarenakan penyempitan jalan.

PROYEK pembangunan flyover Rawa Panjang dan Cipendawa, Kota Bekasi, Jumat (19/10/2018).
PROYEK pembangunan flyover Rawa Panjang dan Cipendawa, Kota Bekasi, Jumat (19/10/2018). (M18/Muhammad Azzam)

Dua Flyover

Seperti diberitakan, Kota Bekasi sedang membangun dua jalan layang atau flyover di persimpangan Jalan Raya Narogong. Pembangunan dua flyover yang dimulai pada pertengahan tahun 2017 ini diprediksi menelan biaya Rp 600 miliar yang rampung pada 2020 mendatang.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Widayat Subroto mengatakan, pembangunan flyover sudah dilakukan sejak triwulan keempat 2017 lalu.

Pembangunan masing-masing flyover diproyeksikan menelan biaya Rp 300 miliar dengan tiga tahap pengerjaan.

"Kedua flyover itu dibangun dalam tiga tahap penganggaran, sehingga bisa dioperasionalkan pada tahun 2020 mendatang," kata Subroto di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (20/8/2018).

Menurut dia, alokasi dana yang diperoleh itu bukan hanya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi saja. Namun diperoleh dari dana hibah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2017 lalu sebesar Rp 200 miliar.

"Kita memang mengusulkan pendanaan bantuan dari DKI Jakarta untuk mempercepat pembangunan," ujarnya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas BMSDA Kota Bekasi, Arief Maulana mengatakan, flyover Rawapanjang akan menghubungkan Jalan Ahmad Yani dengan Jalan Raya Narogong. Sementara flyover Cipendawa dibangun untuk mengurai kepadatan kendaraan di persimpangan jalan tersebut.

Nantinya, para pengendara yang datang dari Jalan Ahmad Yani bisa tetap melaju tanpa harus berhenti di persimpangan lampu lalu lintas di.

"Flyover Rawapanjang dibikin satu arah dari Ahmad Yani menuju Narogong, sedangkan flyover Cipendawa dibikin dua arah untuk ke Bekasi dan Bantargebang," jelasnya.

Mendesak

Dia merinci, dimensi jembatan Cipendawa memiliki panjang 830 meter dengan lebar 15 meter. Sedangkan jembatan Rawapanjang memiliki panjang 730 meter dan lebar 14 meter.

Keberadaan jembatan ini, kata dia, merupakan hal yang mendesak karena untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi selama ini.

Karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk mencari jalan alternatif lain untuk menghindari kemacetan akibat adanya pembangunan jalan. Dia tidak memungkiri, setiap penataan infrastruktur di jalan raya pasti memiliki dampak pada lalu lintas.

Namun hal ini hanya dirasakan sementara waktu sementara bila jembatan ini selesai dibangun, masyarakat akan merasakan dampak positifnya.

"Persimpangan yang awalnya sering dilanda kemacetan, nanti akan terurai dengan kehadiran jembatan ini," ujarnya. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved