Breaking News:

Aksi Terorisme

Rencana Pemulangan 600 WNI Pro ISIS, Pengamat Ingatkan Sakit Ideologi Tak Gampang Dideteksi

PEMERINTAH Indonesia belum punya aturan pemulangan dan karantina bagi Warga Negara Indonesia (WNI) pro ISIS.

bbc.co.uk
pasukan ISIS 

PEMERINTAH Indonesia belum punya aturan pemulangan dan karantina bagi Warga Negara Indonesia (WNI) pro ISIS.

Hal itu disampaikan pengamat terorisme Ridlwan Habib kepada Tribunnews, menanggapi wacana pemulangan sekitar 600 WNI pro ISIS dari Suriah.

"Hingga saat ini, pemerintah belum punya aturan pemulangan dan karantina bagi WNI pro ISIS," ujar Ridlwan Habib kepada Tribunnews, Selasa (4/2/2020).

KRONOLOGI 10 Lansia Bekasi Jadi Korban Hipnotis, Dijanjikan Syuting Lalu Disuruh Lepaskan Perhiasan

Menteri Agama Fahrul Razi sebelumnya menyebutkan pemerintah masih mengkaji prosedur pemulangan mereka.

Saat ini, sebagian besar WNI pro ISIS di Suriah adalah wanita dan anak anak.

"Ada beberapa kasus tenda WNI yang ingin pulang justru dibakar oleh temannya yang tidak ingin kembali ke Indonesia."

Komisi B DPRD DKI Nilai Jalur Sepeda Berharga Puluhan Miliar Sia-sia dan Jadi Beban Dishub

"Jadi tidak semua setuju pulang ke Tanah Air," kata Ridlwan.

Para perempuan militan ISIS yang tetap setia, merasa marah ketika ada WNI yang ingin kembali ke Indonesia.

Ridlwan menjelaskan, deteksi ideologi wajib dilakukan sebelum proses pemulangan.

10 Lansia di Bekasi Diduga Dihipnotis Pakai Asap Rokok, Ini Ciri-ciri Pelaku

"Kalau tidak ada prosedur karantina, sebaiknya jangan dulu," saran alumni S2 Kajian Stratejik Intelijen UI tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Sri Handriyatmo Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved