Breaking News:

Pembangunan Kawasan Kuliner di RTH Pluit Jalan Terus, Alasannya Hanya Gunakan 11 Persen Areal RTH

Pembangunan Kawasan Kuliner di RTH Pluit Jalan Terus, Alasannya Hanya Gunakan 11 Persen Areal RTH

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Caption : Ketua LMK Kelurahan Pluit Purwanto, Ketua RW 15 Kelurahan Pluit Hartono Liu dan Kepala Departemen Pengelolaan Aset dan Properti PT Jakarta Utilitas Propertindo Hafidh Fathoni saat meninjau kawasan kuliner di RTH Pluit pada Selasa (4/2/2020). Rencana pembangunannya sempat diprotes Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta karena dianggap dapat mengurangi RTH di Jakarta Utara. 

PT Jakarta Utilitas Propertindo memastikan proyek pembangunan kawasan kuliner di lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di tiga RW Jalan Pluit Karang Indah Timur, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara tetap mempertahankan jalur hijau.

Dari total lahan 2,3 hektar di sana, yang digarap menjadi pusat bisnis hanya 11 persen saja, sementara sisanya 89 persen tetap menjadi RTH.

“Kami sudah dibatasi 11 persen dan ini sudah dipertimbangkan oleh DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu) DKI dan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Aset dan Properti PT Jakarta Utilitas Propertindo Hafidh Fathoni di lokasi pada Selasa (4/2/2020).

VIDEO: Lahan RTH yang Akan Dibangun Tempat Kuliner di Pluit Mulai Dibenahi

UPDATE Pembangunan Kawasan Kuliner di RTH Dikeluhkan Warga, Ini Kata Wali Kota Jakarta Utara

Atas pertimbangan itulah, kata Hafidh, PT Jakarta Utilitas Propertindo bisa mengantongi izin pembangunan di lahan RTH dari RW 12, 14 dan 15.

Namun dia mengaku, pembangunan yang dilakukan oleh mitra kerjanya, yakni PT Prada Dika Niaga sempat terhenti selama setahun sejak 2018 lalu karena dipersoalkan DPRD DKI Jakarta.

“Proyek sempat dihentikan juga untuk melengkapi administrasi proyek di DPMPTSP,” ujarnya.

Pernyataan Hafidh ini sekaligus menanggapi polemik adanya pembangunan kawasan kuliner di lahan RTH yang berada di bawah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Ditanya Mengapa Nggak Berani Angkat Topik Revitalisasi Monas, Karni Ilyas Sebut Tayangan Fakta

Selain pusat kuliner, pelaksana proyek juga membangun lahan parkir kendaraan mobil dan motor serta taman dengan berbagai jenis tanaman.

“Fasilitas parkir akan dibangun di lahan ini untuk menampung 170-200 unit mobil dan 350 sepeda motor,” jelasnya.

Menurut dia, pembangunan yang dilakukan sebetulnya untuk menata kawasan RTH agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved