Breaking News:

Kasus Penganiayaan dan KDRT

Jadi Tahanan Kota, Begini Pertimbangan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Tidak Menahan Nikita Mirzani

Apa yang menjadi pertimbangan penangguhan penahanan Nikita Mirzani? Berikut penjelasan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Setelah menjalani pemeriksaan selama 5 jam di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020), Nikita Mirzani diizinkan pulang dan tidak ditahan jaksa. Senin pukul 17.30 WIB, perempuan yang akrab disapa Niki itu keluar dari ruang Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Apa yang menjadi pertimbangan penangguhan penahanan Nikita Mirzani? 

Setelah mendekam tiga hari di tahanan Polres Metro Jakarta Selatan, bintang film dan presenter Nikita Mirzani (33) bisa kembali pulang ke rumah.

Penahanan Nikita Mirzani ditangguhkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020).

Jaksa menjadikan Nikita Mirzani sebagai tahanan kota atas beberapa pertimbangan.

Nikita Mirzani tiba di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020) pukul 11.45 WIB. Saat berada di kejaksaan, janda 3 anak itu menggunakan blazer gradasi abu-abu cokelat dan baju cokelat sambil mengumbar senyuman.
Nikita Mirzani tiba di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020) pukul 11.45 WIB. Saat berada di kejaksaan, janda 3 anak itu menggunakan blazer gradasi abu-abu cokelat dan baju cokelat sambil mengumbar senyuman. (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Andi Ardhani, Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, menerima pelimpahan berkas perkara pemeriksaan dan barang bukti kasus dugaan penganiayaan dan KDRT terhadap Dipo Latief.

Andi Ardhani juga menerima tersangka Nikita Mirzani.

Setelah melakukan pemeriksaan selama hampir 5 jam, kejaksaan memutuskan menangguhkan penahanan Nikita Mirzani sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan dan KDRT.

Nyanyi Lagu Bebas Usai Penahanan Ditangguhkan Jaksa, Ini yang Dilakukan Nikita Mirzani Sampai Rumah

VIDEO: Nikita Mirzani Nyanyi Setelah Dibebaskan dari Penjara

"Berdasarkan pertimbangan dari penuntut umum, yang bersangkutan (Nikita Mirzani) tetap dalam penahanan kota," kata Andi Ardhani, Senin (3/2/2020) petang.

Pertimbangan penangguhan penahanan Nikita Mirzani adalah, adanya penjamin dari pengacara dan beberapa teman dekatnya.

"Ada pula pertimbangan kemanusiaan karena yang berangkutan (Nikita Mirzani) adalah single parent, ada anak yang masih membutuhkan ibunya. Itu subjektifnya," jelas Andi Ardhani.

Nikita Mirzani di Polres Metro Jakarta Selatan sebelum dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020). Nikita Mirzani mendekam di Rumah Tahanan Polres Metro Jakarta Selatan selama tiga hari sejak dijemput paksa Jumat (31/1/2020) malam di TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Nikita Mirzani di Polres Metro Jakarta Selatan sebelum dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020). Nikita Mirzani mendekam di Rumah Tahanan Polres Metro Jakarta Selatan selama tiga hari sejak dijemput paksa Jumat (31/1/2020) malam di TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. (Warta Kota/Rizki Amana)

Sementara pertimbangan objektif adalah, Nikita Mirzani bisa ditahan karena pasal yang disangkakan adalah penganiayaan.

"Pasal penganiayaan itu bisa dilakukan penahanan," katanya.

Ancaman hukuman Nikita Mirzani jika terbukti melakukan penganiayaan adalah 5 tahun penjara.

Penahanan Ditangguhkan Jaksa dan Diizinkan Pulang ke Rumah, Begini Ungkapan Bahagia Nikita Mirzani

Dijamin Banyak Orang, Penahanan Nikita Mirzani Ditangguhkan Jaksa dan Diizinkan Pulang ke Rumah

Nikita Mirzani disangkakan melanggar Pasal 351 jo Pasal 335 KUHP terkait penganiayaan terhadap Dipo Latief, mantan suaminya.

Nikita Mirzani juga disangkakan melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.

"Saudari NM (Nikita Mirzani) harus wajib lapor. Dia menjadi tahanan kota yang harus tetap berada di kota ini, nggak boleh keluar kota," ujar Nikita Mirzani.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved