Berita Bogor

Diduga Sesama Anggota Polisi Selingkuh, Oknum Polwan Terus Menangis Jalani Sidang Disiplin 3 Jam

Bersama oknum polisi asal Riau yang diduga selingkuhannya, Ipda DS, diketahui Ipda SD, oknum polwan terus menangis saat sidang disiplin.

Editor: Panji Baskhara
Kolase foto Kompas.com
Ilustrasi - Bersama oknum polisi asal Riau yang diduga selingkuhannya, Ipda DS, diketahui Ipda SD, oknum polwan terus menangis saat sidang disiplin. 

Diduga sesama anggota selingkuh, oknum polwan dan oknum polisi asal Riau selingkuh kini jalani sidang disiplin di Gedung Anyar Mapolresta Bogor Kota, Senin (3/2/2020).

Bersama oknum polisi asal Riau yang diduga selingkuhannya, Ipda DS, diketahui Ipda SD, oknum polwan terus menangis saat sidang disiplin.

Sidang dugaan perselingkuhan sesama anggota polisi tersebut, diketahui berlangsung selama tiga jam lamanya.

Persidangan disiplin dugaan perselingkuhan itu digelar secara tertutup oleh Bid Propam Polresta Bogor Kota.

Pemuda Selingkuh dengan Wanita Bersuami di Kamar, Kepergok di Kolong Kasur Lalu Tewas Diamuk Warga

HEBOH! Istri Sah Labrak PNS Selingkuhan Suami Malah Dipenjara, Begini Kronologi Lengkapnya

Saat Ayahnya Selingkuh dengan Jennifer Dunn, Shafa Harris Ternyata Sempat 2 Kali Mau Bunuh Diri

Sidang Disiplin ini dipimpin oleh Kompol Pahyuni didampingi Kompol Sundarti dan AKP Komar sebagai anggota majelis hakim.

Dalam persidangan ini, Ipda SD divonis bersalah atas tindakannya selingkuh dengan anggota polisi lain berinisial DS.

"(Sidang disiplin) Sudah selesai dan (Ipda SD) dinyatakan bersalah," ujar Kompol Sundarti, salah satu anggota majelis hakim seusai persidangan kepada wartawan, Senin (3/2/2020).

Ipda SD yang hadir di persidangan menangis selama sidang disiplin itu berlangsung.

Hal itu diungkapkan oleh Mahfuzin Ritonga, selaku kuasa hukum RAS yang merupakan pelapor atau suami Ipda SD.

"Dalam proses itu saya lihat (Ipda SD) menangis terus, sekali-sekali mengusap air mata," kata Mahfuzin Ritonga.

Dalam sidang disiplin ini ada beberapa tuntutan yang dilayangkan kepada Ipda SD, yakni penundaan kenaikan pangkat, teguran secara tertulis dan penundaan kenaikan gaji.

Majelis hakim, kata dia, menyatakan sikap bahwa Ipda SD terbukti bersalah dan dikenakan sanksi teguran tertulis.

Mahfuzin mengatakan bahwa Ipda SD menerima putusan tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved