Lingkungan Hidup

Direktur Gerakan Diet Kantong Plastik: Upaya DKI Kurangi Sampah Plastik Melalui Pergub Sudah Tepat

Jumlah sampah plastik didominasi kantong plastik kresek. Padahal, kantong plastik kresek hanya enam persen dari total produksi plastik.

YLKI
ILUSTRASI Diet kantong plastik kresek 

"Tentu kami mendukung kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI, bahwa penggunaan kantong kresek mulai Juli 2020 dilarang," jelasnya.

Kantong belanja halal

Sementara itu Direktur Utama PT Ihalals Ummatin, Kiagus Muhammad Faisal mengatakan kantong belanja ramah lingkungan memenuhi kriteria halal thayyiban yang merupakan tuntutan agama.

Kata dia, penggunaan plastik sekali pakai yang merupakan polimer yang sulit terurai secara alamiah harus dihindari.

"Kesadaran untuk menjaga lingkungan dengan menggunakan kantong yang halal dari bahan-bahan nabati, seperti tas goni dari rami, tas kanvas atau katun, kertas dan lainnya harus ditingkatkan," kata Kiagus.

Menurut dia, sanksi di Peraturan Gubernur DKI Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan di Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat, sebetulnya masih relatif lebih ringan dan pedekatannya persuasif dibandingkan regulasi di Afrika Selatan.

Di sana memberikan sanksi pidana 10 tahun untuk pengguna kantong plastik.

"Begitu pula di Italia dan beberapa negara di Eropa yang mengatur jauh lebih ketat tentang pembatasan plastik ini," jelasnya.

Yakin berkurang

Kepala Dinas LH DKI Jakarta Andono Warih menambahkan berdasarkan penelitiannya, komposisi sampah plastik kan di Jakarta sekitar 14 persen dari 7.000 ton sampah yang dihasilkan setiap hari.

Melalui Pergub itu, Andono yakin sampah plastik dari kantong kresek akan berkurang.

Andono mengatakan, pengurangan memakai kantong plastik bagi masyarakat cukup sulit. "Namun hal itu harus digiatkan demi Jakarta terbebas dari persoalan sampah yang sulit terurai seperti plastik," katanya.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved