Buku

Connie Constantia Luncurkan Buku Berjudul Tuhan Tidak Adil ?

Buku ini bagi saya merupakan pencerahan dari pengalaman spiritual saya, bahwa sangatlah indah hidup berdampingan tanpa mengotak-ngotakan agama.

dokpri
Connie Constantia Saat Meluncurkan Buku Berjudul, Tuhan Tidak Adil ? 

Inti dari buku ini adalah perjalanan spiritual CC yang menyangkut dua keyakinan terbesar di dunia yang pada prinsipnya saling terkait satu sama lain, sebab mereka bersaudara dan berawal dari satu, serta tujuannya pun sama, yaitu Tuhan Allah Yang Maha Esa.

Buku ini bukan sebuah buku kajian kitab suci atau doktrin teologi, juga bukan sebuah penarikan
kesimpulan dari proses belajar logis-rasional, melainkan sebuah pengungkapan keyakinan berdasarkan
pengalaman nyata di dunia rohani. Sebuah kesaksian seorang anak manusia yang terbentuk, tumbuh-
berkembang, dan menjadi matang di dalam tempaan realitas kehidupan yang keras.

“Buku ini bagi saya merupakan pencerahan dari pengalaman spiritual saya, bahwa sangatlah indah hidup berdampingan tanpa mengotak-ngotakan agama. Satu cinta dalam kebenaran dan satu iman dalam perbedaan,” ungkap CC.

Proses penulisan buku ini – dibantu oleh M. Jadul Maula, seorang penulis dari Yogyakarta, yang membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun. Tumbuhnya rasa tanggung jawab yang semakin besar dan kuat untuk menulis buku ini ketika CC melihat realitas manusia,

Connie Constantia Saat Peluncuran Buku Tuhan Tidak Adil ?
Connie Constantia Saat Meluncurkan Buku Berjudul, Tuhan Tidak Adil ? (dokpri)

khususnya Bangsa Indonesia saat ini yang dihantam berbagai persoalan dan krisis kemanusiaan baik di dalam tatanan moral, maupun tatanan sosialnya. Bahkan agama-agama seperti telah terdegradasi dan terfragmentasi sedemikian rupa, sehingga kehilangan kekuatan rahmatnya untuk manusia.

Semoga dengan membaca buku ini, khalayak yang budiman dapat tersentuh sisi ruhaninya, membuka hati untuk memahami lebih dalam dan memperbarui keimanannya, demi kembali kepada fitrah kemanusiaannya: menyembah Tuhan Allah Yang Maha Esa dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi serta mengasihi sesama manusia sebagaimana mengasihi diri sendiri.

Penulis: Nur Ichsan
Editor: M Nur Ichsan Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved