Breaking News:

Perkawinan Anak

I Gusti Ayu Bintang Puspayoga Bikin Gerakan Bersama Pencegahan Perkawinan Anak

Pakta integritas yang ditandatangani beberapa kementerian dan perwakilan daerah itu diharapkan dapat menekan angka perkawinan anak.

Warta Kota/Muhammad Naufal
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI I Gusti Ayu Bintang Puspayoga 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) membuat gerakan bertajuk Gerakan Bersama Pencegahan Perkawinan Anak (Geber PPA).

Geber PPA itu ditujukan untuk mencegah perkawinan anak.

Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Puspayoga berharap, pakta integritas yang ditandatangani beberapa kementerian dan perwakilan daerah itu dapat menekan angka perkawinan anak.

"Saya mengharapkan komitmen kementerian/lembaga, Pemda yang sudah tanda tangani pakta integritas mudah-mudahan dengan gerakan bersama perkawinan anak ini," ujar I Gusti Ayu Bintang Puspayoga, di Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Data Kementerian PPPA menunjukkan, ada sebanyak 43,8 juta anak yang telah melakukan pernikahan dini.

Dipanggil Bawaslu Soal Spanduk Pencalonannya Sebagai Wali Kota, Sekda Depok Hardiono Merasa Dizalimi

Fitri Salhuteru Kerabat Ungkap Kondisi Ketiga Anak Nikita Mirzani Saat Harus Mendekam di Penjara

Jumlah tersebut sebanyak 55 persen dari total jumlah anak-anak di Indonesia yang berjumlah 79,6 juta.

Pernikahan anak ini, kata Ayu, akan berdampak kurang siapnya ibu-ibu muda untuk mengandung dan melahirkan.

Ibu yang terlalu muda untuk melahirkan dapat meningkatkan risiko kematian pada ibu hamil dan bayi.

"Tidak hanya itu, komposisi kematian dan keguguran juga akan tinggi. Termasuk risiko perceraian dan pemberian pola asuh yang tidak tepat pada anak," ujar Ayu.

Dia menargetkan, pada tahun 2024 angka perkawinan anak di Indonesia bisa turun hingga 8,4 persen.

Wabah Virus Corona Meluas, BWF Tunda Turnamen Lingshui Masters, PBSI Batal Kirim Pemain ke China

Afgan Syahreza Sumbang Rp 80 Juta Lewat Lagu Bukan Cinta Biasa di Konser A Tribute To Nilakreshna

Menurut dia, data Badan Pusat Statistik menunjukkan pada tahun 2018  angka perkawinan anak masih ada di angka 11,2 persen.

Harapan dengan Geber PPA, para pemimpin kepala daerah berkomitmen untuk mengurangi tingkat pernikahan anak usia dini dapat segera dilaksanakan.

Untuk menyosialisasikan Geber PPA itu, sebanyak 20 provinsi di Indonesia telah menandatangani pakta integritas perihal pencegahan perkawinan usia dini.

Keduapuluh provinsi tersebut yakni Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Utara.

Selain itu, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Jambi, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Papua .

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved