Breaking News:

Revitalisasi Monas

Walhi DKI Sayangkan Revitalisasi Monas Korbankan Ratusan Pohon, Penyerap Polutan dan Serapan Air

Sebagai benda peninggalan sejarah, seharusnya taman yang ada di Monas dirawat dengan baik.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Fred Mahatma TIS
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Pekerja sedang mengerjakan proyek revitalisasi Monas sisi selatan, Selasa (28/1/2020), sehari sebelum proyek ini dihentikan sementara. 

“Revitalisasi ini telah mengorbankan ratusan pohon yang merupakan paru-paru Jakarta, dan akan menggantikannya dengan rencana plaza dan kolam pantulan bayangan...” 

WAHANA Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta menyayangkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang mengorbankan ratusan pohon saat revitalisasi sisi selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Sebagai benda peninggalan sejarah, seharusnya taman yang ada di Monas dirawat dengan baik.

“Ini bukannya mengejar pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH), Pemprov malah mengurangi dengan proyek revitalisasi kawasan Monas, sehingga menuai banyak protes dari masyarakat Jakarta,” kata Pengkampanye Pemulihan dan Lingkungan Hidup Walhi DKI Jakarta Rehwinda Naibaho dalam keterangan resminya, Jumat (31/1/2020).

Terungkap, Pemenang Sayembara Revitalisasi Monas Sebut Ada Perbedaan Proyek dengan Konsep

AKHIRNYA Pemprov DKI Akui Lalai Urus Administrasi Proyek Revitalisasi Monas

Sekda DKI Sebut Kepala Daerah Tak Bisa Intervensi Proyek Revitalisasi Monas, Ini Alasannya

Menurut dia, bila mengacu pada Undan-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang ditetapkan bahwa RTH paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota.

Provinsi DKI Jakarta dengan luas wilayah 661,5 km persegi hanya memiliki 9,8 persen RTH dan masih jauh dari angka 30 persen.

“Revitalisasi ini telah mengorbankan ratusan pohon yang merupakan paru-paru Jakarta, dan akan menggantikannya dengan rencana plaza dan kolam pantulan bayangan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pengalihfungsian lahan ini tidak hanya berdampak pada semakin berkurangnya ruang terbuka hijau Jakarta tetapi berkurangnya sumber penyerap polutan Jakarta dan serapan air.

Sebagai contoh, banjir besar yang melanda wilayah Jakarta pada awal Januari 2020 lalu, salah satunya dipicu karena kurangnya RTH di Jakarta.

“Bahkan pada Jumat, 24 Januari 2020 kemarin kawasan Monas juga sempat tergenang air dan kami menduga ini adalah dampak dari proyek revitalisasi kawasan Monas,” jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved