Ganjil Genap

Semen yang Digunakan untuk Membangun Fasilitas Rambu Parkir Ganjil Genap Ternyata Masih Basah

Rambu parkir ganjil genap di bahu Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta sudah terpasang.

Warta Kota/Alex Suban
Rambu parkir ganjil genap di bahu Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta sudah terpasang. 

Mereka yang ingin beralih dari kendaraan pribadi, bisa naik angkutan umum berupa Transjakarta ataupun sepeda melalui jalur yang dibuat pemerintah.

“Tadi, saya coba jalur sepeda dari Velodrome sampai Balai Kota DKI."

"Untuk sementara, baru berupa marka, tapi nanti ke depan ada pembatasnya, sehingga pesepeda bisa terlindungi,” kata Anies Baswedan di Balai Kota pada Jumat (20/9/2019).

Rambu parkir ganjil genap di bahu Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta sudah terpasang.
Rambu parkir ganjil genap di bahu Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta sudah terpasang. (Warta Kota/Alex Suban)

Anies mengaku, kondisi aspal di jalur sepeda beberapa bagian ada yang rusak bahkan terkelupas. Kata dia,

Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah diinstruksikan untuk melakukan perbaikan infrastruktur tersebut.

“Ada beberapa ruas jalan di antara Rawamangun sampai Balai Kota yang belum dibuat marka, karena aspalnya akan diganti. Kami menunggu aspalnya diganti dulu, sesudah itu dipasang penandanya agar tidak bekerja dua kali,” ujar Anies.

 Sambil Terisak Anak Korban Ungkap Melihat Kekejaman PKI Melakukan Penculikan dan Pembunuhan Brutal

Menurut dia, ada beberapa ruas jalur sepeda yang bisa diberi pembatas jalan karena lebar jalannya cukup besar. Tapi ada beberapa jalur yang lebarnya tidak besar, sehingga petugas akan memasang markanya.

“Kalau kondisi jalan lebar akan diberikan pembatas, tapi kalau jalannya tidak memungkinkan maka dibuatkan marka,” ungkapnya.

Anies menjelaskan, pembuatan jalur ini untuk membiasakan masyarakat bersepeda, sekaligus membangun sikap menghargai antar pengguna jalan meski alat transportasinya memakai sepeda. Bila masyarakat terbiasa menggunakan sepeda, maka bisa mendorong produsen untuk memproduksi sepeda jenis kota (city bike), bukan jenis sport.

Kata dia, sepeda jenis sport cenderung lebih sulit diaplikasikan untuk kebutuhan sehari-hari, mengingat warga Jakarta cenderung membawa barang saat bersepeda.

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved