Breaking News:

Perampokan

Ngeri Satu dari Tiga Perampok dengan Modus Menculik Korban yang Disasar Adalah Penderita HIV AIDS

Aksi perampokan dengan modus korban diincar lewat media sosial kemudian diculik dan dirampok terbilang mengerikan.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Gede Moenanto
Radio Times
Ilustrasi modus penculikan untuk kemudian merampok korban. 
Aksi perampokan dengan modus korban diincar lewat media sosial kemudian diculik dan dirampok terbilang mengerikan.
Selain korban diculik lebih dulu baru dirampok juga karena pelakunya adalah penderita HIV dan AIDS.
Aksi perampokan dengan modus korban diincar lewat media sosial kemudian diculik dan dirampok terbilang mengerikan. Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk 3 pelaku kawanan perampok yang menggasak harta benda korban dengan cara menculiknya terlebih dahulu menggunakan mobil.
Tiga pelaku adalah M (36), H (37) dan UH (35) alias Pesex dibekuk di markas mereka di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (28/1/2020).
Sementara J, pelaku lainnya berhasil kabur dan kini dalam pengejaran polisi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim dokter kepolisian, diketahui bahwa tersangka UH alias Pesex adalah pengidap HIV/AIDS.
"Salah satu tersangka yakni UH, terindikasi mengidap HIV/AIDS. Dari mana ia mengidap HIV/AIDS, apakah dari penggunaan narkoba atau apa, masih didalami," kata Yusri dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (31/1/2020).
Yusri menjelaskan, kawanan ini kerap beraksi dengan memprofile terlebih dahulu calon korbannya.
"Setelah itu, mereka menculik korban dari rumahnya atau dari sekitar tempat tinggalnya."
"Kemudian, korban di bawa masuk ke dalam mobil, dan di sanalah korban diperas atau diambil semua harta bendanya," kata Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jumat (31/1/2020).
Bahkan, kata Yusri, tidak jarang pelaku mengaku sebagai petugas kepolisian yang sedang melakukan penyelidikan.
"Setelah berhasil menggasak harta benda korban, para pelaku menurunkan korban di tengah jalan, dan diancan akan ditembak jika tak mau," katanya.
Padahal, kata Yusri, pelaku tidak membawa senjata api dan hanya membawa besi, yang seakan-akan senjata api saat mengancam korban.
Diduga kuat, kata Yusri, kawanan ini adalah pemain lama yang sudah sering beraksi di kawasan Serpong hingga Tangerang.
"Dari modus dan cara mereka beraksi, terlihat bahawa mereka ini sudah sangat sering beraksi."
"Kami masih dalami lagi, siapa saja korban mereka, selain korban terakhir yang melapor," kata Yusri.
Aksi terakhir mereka, kata Yusri, terjadi pada 9 November di Serpong, Tangerang Selatan.
Korbannya adalah OJK, karyawan swasta yang tinggal di Serpong.
"Saat itu, Sabtu malam, korban yang baru pulang kerja didatangi para pelaku sebanyak 4 orang."
"Korban dibawa masuk ke dalam mobil, diancam dan diperas," kata Yusri.

Kawanan Perampok dengan Modus Menculik Korban Menggunakan Mobil dan Menguras Harta Bendanya

Para pelaku, kata Yusri, menggeledah badan korban dan mengambil barang berharga milik korban.
"Saat itu  pelaku berhasil mengambil satu HP merk Samsung Galaxy J, dan dompet berisi uang Rp.1,2 Juta milik korban," katanya.
Selanjutnya, tambah Yusri, para pelaku menyuruh korban turun di jalan.
"Mereka ini tak segan-setan melukai korbannya, jika korban tak menurut kemauan pelaku," kata dia.
Dari laporan korban kata Yusri, pihaknya membekuk 3 pelaku di kontrakan mereka di Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (28/1/2020). Sementara satu pelaku lainnya buron.
"Para pelaku memiliki peran masing-masing," kata Yusri.
Tersangka M berperan sebagai otak atau inisiator aksi untuk melakukan pemerasan, H berperan sebagai driver atau yang membawa kendaraan roda empat, UH alias Pesex berperan memeriksa dan menggeledah tas korban.
"Sementara J, pelaku yang buron, berperan turut mengancam korban," katanya.
 
Karena perbuatannya tambah Yusri para tersangka dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. "Dengan ancaman hukuman penjara hingga 9 tahun," kata Yusri.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved