Breaking News:

Prostitusi

Kasus Eksploitasi dan Perdagangan Anak, Polisi Panggil Pengelola Apartemen Kalibata City Pekan Depan

Terkait kasus prostitusi di bawah umur, Polisi akan meminta keterangan pengelola Apartemen Kalibata City dan pemilik unit kamar yang disewakan.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Fred Mahatma TIS
Wartakotalive.com/M23
Pengungkapan kasus eksploitasi dan perdagangan anak oleh Polres Metro Jakarta Selatan belum lama ini. 

Selain melakukan pemanggilan terhadap para saksi, polisi turut pula menetapkan satu tersangka berinisial P (19) yang statusnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

POLRES Metro Jakarta Selatan terus melakukan penyidikan kasus eksploitasi dan perdagangan anak yang bermarkas di unit Kamar 10 AV, Tower Jasmine Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP M Irwan Susanto mengatakan, penyidikan terus berlangsung dengan memanggil beberapa saksi terkait, termasuk pengelola Apartemen Kalibata City maupun sang pemilik unit kamar berinisial A.

Menurut Irwan, surat pemanggilan telah dilayangkan pihaknya kepada dua belah pihak tersebut untuk dimintai keterangan dari kasus tersebut.

Prostitusi di Bawah Umur, Pengelola Apartemen Kalibata City: Penjarakan Broker yang Sewakan Harian

Penghuni Apartemen Kalibata City Sebut Praktik Prostitusi di Lingkungannya Terus Berkamuflase 

Kasus Eksploitasi dan Perdagangan Anak, Pengelola Apartemen Kalibata City Gelar Pertemuan Broker

"Hari ini kita layangkan. Tentunya, keterangan saksi harus saling berkaitan. Apakah pengelola mengetahui, apakah pihak pemilik ruangan juga mengetahui. Lalu, apa mendapat hasil keuntungan dari kejahatan itu, dan lainnya," kata Irwan saat ditemui di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Kamis (30/1/2020) malam.

Ia menjelaskan, para saksi bakal dijadwalkan hadir pekan depan untuk dimintai keterangan sesuai surat yang dilayangkan pihaknya.

Dengan adanya surat pemanggilan secara resmi itu, Irwan berharap agar para saksi dapat hadir dalam memberikan keterangannya.

"Semoga yang bersangkutan dapat hadir untuk diambil keterangannya," harapnya.

Status DPO

Selain melakukan pemanggilan terhadap para saksi, polisi turut pula menetapkan satu tersangka berinisial P (19) yang statusnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

Irwan mengatakan, pelaku P telah melarikan diri dari markas para komplotan itu saat polisi datang menggerebeknya.

Hingga saat ini, polisi masih mencari keberadaan pelaku P yang diduga telah melarikan diri.

"P itu saat dilakukan pencarian oleh rekan-rekan dari Depok, sudah dijemput oleh keluarganya. Jadi, tidak sempat ketemu oleh petugas kepolisian dari Polres Depok," kata Irwan.

"Saat ini untuk P kita masih proses tracking yang bersangkutan, apakah dia masih di seputaran Jakarta Selatan atau Jakarta yang lain. Tentunya masih dalam proses penyelidikan," tandasnya. (M23)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved