Breaking News:

Berita Video

VIDEO : Razia Diduga Bocor, Petugas Hanya Temukan Miras di Tempat Hiburan Gang Royal

Razia tempat hiburan malam di lokalisasi Gang Royal, Penjaringan, Jakarta Utara yang digelar Kepolisiandan petugas gabungan diduga bocor

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Muhamad Rusdi

Petugas gabungan gelar razia puluhan tempat hiburan malam di lokalisasi Gang Royal, RT 02/RW 13 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (29/1/2020) malam.

Namun razia petugas gabungan dari Polres Metro Jakarta Utara dan Satpol PP Jakarta Utara itu tak mendapat hasil maksimal.

Petugas hanya bisa mengamankan botol-botol minuman keras dari dalam tempat hiburan.

Petugas juga menyisir satu per satu tempat hiburan malam dan tidak mendapati aktivitas berarti.

Beberapa pemilik bangunan juga sempat dimintai keterangan terkait aktivitas di lokalisasi Gang Royal.

VIDEO : Polres Jakarta Selatan Ungkap Perdagangan dan Ekploitasi Anak di Apartemen Kalibata City

VIDEO : Eksploitasi dan Perdagangan Anak terjadi di Apartemen Kalibata City

Kabagops Polres Metro Jakarta Utara AKBP Sucipto mengatakan razia diduga bocor sehingga para pemilik dan pekerja di dalam puluhan tempat hiburan itu telah meninggalkan lokasi.

"Setelah kita melakukan kegiatan operasi ternyata hasilnya hanya beberapa minuman keras saja yang bisa diamankan. Dan seluruh kafe sudah dalam kondisi tutup, ditinggalkan penghuni, dan pintunya digembok," kata Sucipto.

Sucipto mengatakan bahwa razia kali ini dilakukan guna menindaklanjuti adanya kasus eksploitasi anak dibawah umur yang sebelumnya dibongkar oleh jajaran Polda Metro Jaya.

"Karenanya kita lakukan operasi ternyata sudah bocor di awal. Kita akan tetap lanjutkan," ucap Sucipto.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap enam tersangka praktik eksploitasi anak dibawah umur karena mempekerjakan 10 anak perempuan sebagai pekerja seks komersial (PSK).

VIDEO: Pengelola Apartemen Kalibata City Dukung Pengungkapan Kasus Eksploitasi Dan Perdagangan Anak

VIDEO : Polres Jakarta Selatan Ungkap Perdagangan dan Ekploitasi Anak di Apartemen Kalibata City

Mereka dijual seharga Rp 750 ribu hingga Rp 1,5 juta kepada tersangka.

Selanjutnya, para korban dipaksa untuk melayani nafsu pria hidung belang hingga 10 orang dalam sehari.

Keenamnya yakni R alias Mami Atun, A alias Mami Tuti, D alias Febi, TW, A serta E.

Mami Atun sendiri diketahui sebagai pemilik cafe bersama dengan Mami Tuti yang merupakan mucikari. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved