Breaking News:

Unjuk Rasa Mahasiswa

Terungkap Alasan Kuasa Hukum Luthfi Tak Ajukan Banding Terkait Vonis Empat Bulan Potong Masa Tahanan

Mereka tidak dilakukan banding sendiri beralasan karena memang pihak keluarga yang memutuskan hal tersebut.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Kuasa Hukum Luthfi adalah Andris Basril dan Sisca Dewi. 

Pengakuan Luthfi Alfiandi disetrum polisi di Polres  Jakarta Barat usai dirinya ditangkap.

"Saya sempat disiksa disetrum di Polres, saya juga di pukul saat BAP," kata Luthfi di PN Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020).

Lutfhi menceritakan jika dirinya diamankan pada Senin (30/1) usai dirinya mengikuti demo di DPR RI Senayan. Ketika hendak pulang beberapa jalan telah di blokade.

 Pembawa Bendera Saat Aksi Mahasiswa, Luthfi Alfiandi Menangis dan Cium Sang Ibu

Ia yang saat itu bersama rekannya Bembeng berboncengan dengan sepeda motor.

Karena beberapa jalan di blokade, ia dan beberapa pengendara dialihkan melintas Polres Metro Jakarta Barat, disana ada beberapa polisi berpakaian preman melakukan penyisiran, ia pun akhirnya diamankan.

"Sekitar pukul 18.30 WIB sebelum maghrib saya sudah jalan pulang, saat itu jalan sudah padat, di blokir. Saya dibonceng teman saya, tapi saya yang ditangkap, teman saya tidak karena pakai helm gojek," katanya.

Tak hanya itu, Luthfi juga menyampaikan jika saat BAP Polisi tidak ada pengacara yang mendampingi dirinya, bahkan saat ia di limpahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Bawa Bendera

Dede Luthfi Alfiandi (20), pemuda yang viral membawa bendera di Demo DPR beberapa waktu lalu, kembali menjalani sidang dalam agenda pemeriksaan terdakwa di PN Jakarta Pusat, Senin (20/1).

Dalam kesempatan itu Luthfi menyampaikan kepada Ketua Majelis Hakim Bintang AL, jika dirinya membawa bendera merah putih itu dari rumahnya di Jakarta Utara.

Sore ini, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa.
Sore ini, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa. (tangkapan layar @kompastv)

Luthfi menyebut jika fotonya viral setelah mengikuti demo di belakang gedung DPR pada Senin (30/9).

Namun dirinya juga mengakui jika dirinya ikut demo selama dua kali yaitu pada Rabu (25/9) dan Senin (30/9).

"Bendera saya bawa dari rumah. Bendera itu punya saya," kata Lutfi menjawab pertanyaan Majelis Hakim.

 FAHRI Hamzah Klaim Tahu Siap Penggerak Aksi Mahasiswa, Dia Bilang Bahan Bakunya Tidak Kuat

Dalam kesempatan itu Luthfi menyampaikan jika dirinya mengikuti aksi demo pada 30 September 2019 atas informasi media sosial akan adanya aksi demo di belakang Gedung DPR RI Senayan.

Atas informasi itu, Bembeng rekan Luthfi mengajaknya untuk ikut dalam demo tersebut, saat berangkat ia pun mengenakan celana abu-abu SMK miliknya serta jaket berwarna abu-abu berkaos merah, Lutfhi mendatangi rumah rekannya dan berangkat pada pukul 14.00 WIB.

Mejelis Hakim juga memberikan pertanyaan alasan Luthfi mengenakan celana abu-abu SMK miliknya itu, padahal ia sudah tidak sekolah sejak tahun 2017.

 BAHAYA RUU KUHP, Haris Azhar Kisahkan Pengalaman Tragis di Indonesia, Orang Kecil seperti Domba

Lutfhi pun menjawab jika celana itu memang sengaja ia pakai.

"Sengaja emang menggunakan celana itu, sehari hari sudah pakai celana sekolah, tidak sempat ganti," kata Lutfi dihadapan Majelis Hakim.

Tak hanya itu, Mejelis Hakim Bintang AL juga menyampaikan apa pikiran Luthfi ikut serta dalam aksi demo, dan membawa bendera dalam aksi demo tersebut hingga akhirnya fotonya viral di media sosial.

"Saya bawa bendera sebagai bentuk warga negara indonesia. Saat itu Bendera saya bentangkan di depan saya, lalu kena gas air mata, saya balikin ke belakang, tidak diselamatkan tapi, saya bawa bendera dari rumah," katanya.

Lutfi mengaku saat ia tiba di belakang Gedung DPR RI Senayan sudah dalam kondisi ricuh, namun ia membantah melakukan pelembaran batu.

Majelis Hakim pun menyinggung apakah Luthfi mengerti persoalan aksi demo tersebut.

"Saya tidak mengerti yang mulia. Yang saya tahu penolakan RUU KUHP," ucapnya. (JOS)

Luthfi Alfiandi (20), demonstran pembawa bendera merah putih saat demo di gedung DPR pada September lalu, tengah menjalani proses hukum.

Setelah sempat diproses dan ditahan di Polres Metro Jakarta Pusat, Luthfi Alfiandi kini dipindahkan ke Rutan Salemba sambil menunggu proses persidangan. 

 Pelajar Viral Bawa Bendera Ikut Demo Mahasiswa Tolak RUKHP di Gedung DPR Bakal Disidang di PN Jakpus

"Selaku orang tua, saya hanya mengharapkan anak saya bebas," kata Nurhayati saat ditemui di kediamannya, Bendungan Melayu, Koja, Jakarta Utara, Kamis (28/11/2019).

Nurhayati pun meminta dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia.

Nurhayati Sulistya (51), ibunda Luthfi Alfiandi (20), saat ditemui di kediamannya, Koja, Jakarta Utara, Kamis (28/11/2019)
Nurhayati Sulistya (51), ibunda Luthfi Alfiandi (20), saat ditemui di kediamannya, Koja, Jakarta Utara, Kamis (28/11/2019) ()

Ia berharap agar Luthfi Alfiandi didoakan supaya mendapat hukuman seringan-ringannya.

"Mohon doanya kepada seluruh masyarakat, mohon doanya sidang berjalan dengan lancar dan anak saya mendapatkan hukuman yang seringan-ringannya," ucap Nurhayati.

Adapun hingga kini, Nurhayati masih menunggu jadwal pasti persidangan anaknya.

Sebelumnya, Luthfi diamankan setelah ikut berdemo tolak RUU KUHP dan RUU kontroversial lainnya pada September lalu.

 POLISI Dilempari Kotoran di Lokasi Demo Mahasiswa Bikin Warganet Murka: PR Terbesar Nadiem Makarim

Kasatreskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung mengatakan, kasus Luthfi Alfiandi telah dilimpahkan berkas perkaranya dan dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Negeri Jakarta Pusat.

Tahan menegaskan, status Luthfi bukan sebagai pelajar, melainkan pekerja swasta.

Luthfi ditangkap karena diduga ikut melakukan kerusuhan dalam aksi unjuk rasa.

"Sudah di jaksa berkasnya, sudah siap disidangkan," kata Tahan, Jumat (15/11/2019), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

SMK Walang Jaya 1 Jelaskan Status Luthfi, Pembawa Bendera yang Viral saat Demo

Suasana di SMK Walang Jaya 1, Koja, Jakarta Utara, Kamis (28/11/2019).
Suasana di SMK Walang Jaya 1, Koja, Jakarta Utara, Kamis (28/11/2019). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

SMK Walang Jaya 1 memastikan bahwa Luthfi Alfiandi (20), sudah bukan lagi pelajar SMK.

Luthfi merupakan demonstran pembawa bendera merah putih saat demo di gedung DPR pada 30 September lalu.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Walang Jaya 1 Cipto Hardoyo mengatakan, Luthfi adalah alumni sekolahnya.

"Luthfi ini sebetulnya sudah alumni. Anak tersebut sekolah di SMK Walang Jaya 1 tahun 2015 sampai 2017," kata Cipto saat ditemui TribunJakarta.com, Kamis (28/11/2019).

Saat ini, Luthfi tengah menjalani proses hukum terkait keterlibatannya saat demo September lalu.

Lantaran Luthfi sudah bukan pelajar SMK Walang Jaya 1 lagi, pihak sekolah tidak dipanggil oleh polisi untuk memberikan keterangan.

"Sementara, pihak penyidik belum ada yang datang ke sini, maka sekolah menyerahkan sepenuhnya terhadap hukum," ucap Cipto.

Foto Luthfi yang memegang bendera merah putih saat demo di gedung DPR sempat viral September lalu.

Belakangan, ibunda Lutfhi, Nurhayati Sulistya (51) juga mengunggah kabar terakhir tentang anaknya itu.

 Demo Mahasiswa Bandung Ricuh, Ini Kata Kapolda Jabar dan Fakta Demo Tolak Revisi UU KPK dan KUHP

Melalui melalui media sosial Facebook, Nurhayati menjelaskan Luthfi menjalani proses hukum di Polres Jakarta Pusat dan pada akhir November ini harus menjalani penahanan di Rutan Salemba.

Potret perpisahan Nurhayati dengan Luthfi pun viral dan mendapat banyak respon dari warganet.

Pada postingan tersebut, Nurhayati meminta sang anak jangan pernah tinggalkan salat.

"Proses pemindahan Lutfi Alfiandi ke Salemba, jaga diri baik" ya nak jgn tinggalkan sholat ,mamah slalu berdoa yg terbaik buatmu," tulis akun Nurhayati Sulistya pada 25 November 2019.

Kasatreskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung mengatakan, kasus tersebut telah dilimpahkan berkas perkaranya dan dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Negeri Jakarta Pusat.

"Ya berkasnya sudah dikirim ke Kejari," ujar Tahan, Jumat (15/11/2019), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Setelah berkas perkara Luthfi dinyatakan berstatus P21, Kejari Jakarta Pusat bersama Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan mengatur jadwal persidangannya.

"Sudah di jaksa berkasnya, sudah siap disidangkan," kata Tahan.

Tahan menegaskan, status Luthfi bukan sebagai pelajar, melainkan pekerja swasta. Luthfi ditangkap karena diduga ikut melakukan kerusuhan dalam aksi unjuk rasa.

"Itu bukan STM, ini sudah tamat. Umurnya aja sudah umur 20 tahun," ucap Tahan.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved