Pelari maraton

MJ, Jalan Panjang Pelari Jarak Jauh Indonesia Menapak Lomba Maraton Dunia

Antonius Ismojo Jati atau akrab disapa MJ, satu diantara pelari jarak jauh Indonesia, membagi pengalamannya belajar tentang hidup di lintasan lari.

Mas Jati
MJ menikmati mentari pagi merayakan keberhasilannya di New York Marathon 2019. 

Untuk mengusir jenuh dan menimba ilmu, ia bergabung dengan sejumlah komunitas lari, utamanya Runner’s Nation (RuN) dan Run For Indonesia.

Ia juga membentuk Unpar Runners yang menghimpun para alumni Unpar untuk giat berlari.

Sampai sekarang komunitas yang beranggota sekitar 300 orang itu aktif melakukan berbagai kegiatan selain latihan lari bersama.

Bersama Unpar Runners di New York.
Bersama Unpar Runners di New York. (Mas Jati)

Semakin sering ikut lomba, MJ semakin ketagihan.

Salah satu yang membuatnya semangat adalah upaya mencapai waktu terbaik atau diistilahkan personal best (PB).

Dari lomba ke lomba ia berupaya memperbaiki PB.

Upaya itu dikatakannya terjadi secara alamiah.

Sebagaimana dalam perjalanan hidup, orang senantiasa berupaya menemukan arah tujuan dan mencapainya.

“Ada semacam kesadaran mengenai target atau tujuan yang ingin dicapai dalam lari maraton. Sama seperti di bidang apapun dalam hidup ini kalau kita sudah menetapkan suatu target dan ingin mencapainya, pasti ada langkah persiapan, evaluasi, konsistensi dan kedisiplinan, tidak ujug-ujug dapat,” tuturnya setengah merenung.

Upaya itu jelas tidak mudah.

Karena ia harus mengatur berat badan, nutrisi, dan pola latihan yang sesuai dengan kondisi badan.

Apalagi saat aktif latihan tenis dan fitness, bobot badannya mencapai 83kg.

Pada 2014, untuk pertama kalinya MJ ikut half marathon (21km) di event Bali Marathon.

Event ini menjadi titik baliknya untuk lebih menekuni olahraga lari.

Sebab, pada event itu ia memenangkan undian untuk mengikuti Berlin Marathon, satu dari enam event lari maraton tingkat dunia (Worl Marathon Majors/WMM), pada 2015.  

Ia berhadapan dengan tantangan besar menapaki jalan sebagai pelari jarak jauh.

Full marathon sejauh 42km.

Untuk itu ia betul-betul harus bersabar, melahap tahap demi tahap latihan yang terkadang membosankan dan menyakitkan, konsisten dan berdisiplin keras pada jadwal.

Perjalanan menuju Berlin Marathon.
Perjalanan menuju Berlin Marathon. (Mas Jati)

Ia mempersiapkan diri lewat latihan yang lebih serius dan terprogram dibawah bimbingan Andriyanto, salah satu pelatih kawakan di RuN.

Uji coba pertamanya di bulan Maret adalah event FM di Cebu Filipina.

Ia berangkat ke Filipina sekaligus memeriksa kesehatan sang istri.

Di Cebu, MJ benar-benar babak belur dan finis dengan badan terserang encok.

Finis FM pertama di Cebu, Filipina, badan encok.
Finis FM pertama di Cebu, Filipina, badan encok. (Mas Jati)

“Gue finis enam jam. Pas sampai finish line, board sudah mati dan badan remuk redam kena encok. Tapi darisitu gue belajar banyak dan evaluasi, banyak kekurangan dalam persiapan, masih kurang sabar juga,” tuturnya sambil tertawa.

Dengan evaluasi dan latihan lebih terprogram, ia bisa finis lebih baik di Berlin dalam waktu 4 jam 55 menit.

Merah Putih di Berlin Marathon.
Merah Putih di Berlin Marathon. (Mas Jati)

Tahun 2016, ada kesempatan untuk mengikuti Chicago Maraton (WMM) pada bulan Oktober.

Sebelum ke Chicago, MJ sebenarnya ikut event FM di Tokyo namun batal.

Sebagai gantinya ia ikut event di Tokosima, Jepang pada bulan April.

Di Chicago ia gagal mencapai target mendekati Sub 4 (finis dibawah empat jam) dan finis dalam waktu 4 jam 23 menit.

MJ menilai kegagalan itu karena ia mengikuti dua event besar yang waktunya terlalu berdekatan. 

 Pada 2017 kembali ia menghadapi kegagalan besar di Tokyo Marathon.

“Ini merupakan pengalaman terburuk karena finis dalam waktu 4 jam 32 menit. Di KM 32 badan sudah remuk karena kecapaian,” tuturnya.

Latihan di GOR Soemantrio Brodjonegoro, Kuningan.
Latihan di GOR Soemantrio Brodjonegoro, Kuningan. (Mas Jati)

Setelah itu MJ merenung mengapa performanya begitu buruk.

"Rupanya saya kurang latihan penguatan (strength training) kaki, kurang waktu istirahat, dan over convidence," tuturnya.

Untuk memperbaiki performa, MJ lalu ikut lomba seperti biasa sambil latihan personal dengan target 130km per minggu.

Tak sembarang ikut lomba, ia memilih lomba dengan kualitas yang lebih tinggi karena menyangkut akurasi dan performa individu.

Hampir setiap hari, pagi dan sore dia lari menempuh jarak 20km.

Kesabaran dan konsistensinya sungguh diuji.

Menurut MJ, waktu terbaik untuk latihan memang pagi hari karena hormon pertumbuhan baru mulai aktif bekerja sehingga kondisi badan juga optimal.

Mo Farah Jadi Korban Pencurian di Hotel di Saat Memersiapkan Diri Ikut Lari Maraton di London

Pada sore hari ia lari lebih rileks dengan waktu satu jam dan tak lebih dari pukul 18.00.

Setelah itu pulang dan pergi tidur maksimal pukul 21.00.

Pagi harinya ia bangun pukul 04.00 dan pukul 04.30 sudah mulai lari dan pukul 06.30 sudah di rumah kembali untuk bersiap-siap pergi ke kantor. 

Jadwal harian seperti itu memang mensyaratkan disiplin pribadi yang spartan.

Lari lalu menjadi jalan MJ untuk lebih menata hidupnya.

“Memang kuncinya ada di niat. Kalau sudah ada niat, jadwal seberat apapun jadi enteng saja dijalaninya,” tutur MJ.

Ia menambahkan, waktu istirahat juga tak boleh kurang dari delapan jam.

Menjelang lomba, tidak perlu melakukan kegiatan fisik yang berlebihan sehingga mengganggu performa pada waktunya.

Mengapa Pelari Maraton Paruh Baya Berlari Lebih Cepat dari Pelari Usia Duapuluhan?

Untuk asupan, MJ menyarankan agar menghindari makanan mengandung gluten (berbahan tepung) dan gorengan.

Makanan dengan karbohidrat tinggi sangat dianjurkan untuk menjaga daya tahan.

Upaya kerasnya berhasil.

Pada London Marathon bulan April 2018, meskipun belum mencapai target finis Sub4,  MJ mampu memperbaiki catatan waktunya dengan  4 jam 14 menit.

Sempoyongan di London Marathon.
Sempoyongan di London Marathon. (Mas Jati)

“Saat itu memang teriknya mentari sedang tinggi, sampai 40 derajat sehingga kita lari sampai sempoyongan. Banyak yang terkena heatstroke, bahkan ada yang meninggal,” tuturnya.

Pada tahun yang sama, ia sangat fit mengikuti Borobudur Marathon dengan selisih waktu lebih baik satu menit (4 jam 13 menit) daripada di London.

Tahun itu pula MJ mendapat slot undian ikut New York Marathon.

Namun karena sang istri sedang hamil dan mereka sudah begitu lama menantikan si buah hati, MJ mengurungkan niat.

Ia memindahkan keikutsertaannya di New York pada tahun 2019.

Pelari Maraton Segudang Prestasi Sekarang Pengayuh Becak, Bulan Besok Ikut Lomba di Chile

Kebetulan sang istri mendapat tugas di New York sehingga mereka sempat menetap disana tiga bulan.

Di New York itulah puncak dari latihannya selama ini membuahkan hasil lebih gemilang.

MJ mampu menembus waktu Sub4  dengan waktu terbaik 3 jam 47 menit.

"Rasanya memang sangat fit waktu itu, sangat siap. Tanjakan-tanjakan yang berat tidak begitu terasa karena latihan tanjakan di jembatan Kuningan dan Semanggi itu lebih berat daripada di New York. Senang sekali," tutur MJ dengan senyum semringah. 

Jati saat lari di New York Marathon 2019.
MJ saat lari di New York Marathon 2019. (Mas Jati)

MJ masih punya impian untuk ikut Boston Marathon sekaligus melengkapi 6 WMM atau sering disebut Six Stars.

Tapi ia tak mau asal ikut.

“Kalau hanya dapat Six Stars semua bisa asal punya dana banyak,” tuturnya.

Sebagai gambaran, untuk ikut WMM yang merupakan charity run, seorang pelari jarak jauh harus menyiapkan dana Rp 30 juta-Rp 40 juta.

Itu hanya untuk mendapat slot lomba di London dan Tokyo.

Ini Tujuan Mulia Susan Bachtiar Ikut Lari Maraton di Jerman

Sementara untuk Boston, pelari harus merogoh kocek sampai Rp 100 juta hanya untuk mendapat slot.  

MJ menetapkan target untuk setiap keikutsertaannya di WMM, yaitu harus lebih baik daripada yang sudah-sudah.

Maka saat ini ia mempersiapkan diri untuk terlebih dahulu mengikuti event Gold Coast, Australia pada Juli 2020, dengan target 3 jam 30 menit.

Jika berhasil, ini menjadi bekal berharganya untuk merengkuh Six Stars di Boston pada 2021.

Akankah MJ berhasil? Kita tunggu cerita selanjutnya. Best of luck MJ!

Penulis: Max Agung Pribadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved