MotoGP

Fabio Quartararo Gusur Valentino Rossi di Tim Yamaha, Ini Alasan Rossi Ngotot Belum Mau Pensiun

Fabio Quartararo Gusur Valentino Rossi di Tim Yamaha, The Doctor Ngotot Belum Mau Pensiun

Editor: Wito Karyono
Bola.net
Fabio Quartararo resmi gusur Valentino Rossi di tim utama Yamaha. 

Capirossi yang akrab disapa Capirex adalah rival sengit sekaligus kawan baik The Doctor. Dia meyakini bahwa kini Rossi lebih sering main aman. 

"Mungkin ia mulai kehilangan hasrat, dan hal ini membuat para rider muda ambil lebih banyak risiko untuk lebih cepat. Kini, Vale lebih konservatif," ujarnya.

Capirossi pun tengah menanti keputusan Rossi selanjutnya. Ia yakin Rossi hanya akan melanjutkan karier pada 2021 jika performanya musim ini jauh lebih baik ketimbang 2019. Musim lalu dia finis di peringkat ketujuh.

"Apakah ia harus melanjutkan karier? Atau pensiun? keputusan ada di tangannya. Yang jelas, ia akan balapan pada 2020. Tapi jika ia menjalani 2020 dengan performanya pada 2019, sangat memungkinkan ia bakal pensiun," tandasnya.

Rossi dan para rider MotoGP lainnya akan kembali turun lintasan dalam uji coba pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, 7-9 Februari 2020.

Sementara itu, Capirossi terus menantikan gebrakan rekan Rossi, Maverick Vinales, musim ini. Capirossi pun berharap, Vinales bisa tampil jauh lebih baik pada 2020, mengingat ia bakal jadi tumpuan masa depan Yamaha.

Sejak membela Yamaha, Vinales telah mengoleksi enam kemenangan, dibanding Valentino Rossi yang hanya meraih satu.

Revitalisasi Monas Dihentikan Sementara, Begini Penampakan Lokasi Proyek di Sisi Selatan Monas Itu

Pada 2019, ia juga menjadi rider Yamaha terbaik, duduk di peringkat 3. Uniknya, ia tak jauh unggul dari Fabio Quartararo, yang duduk di peringkat 5.

"Maverick pebalap Yamaha terbaik, tapi Fabio tak terlalu jauh tertinggal. Ini aneh, tapi bisa terjadi. Saat terbiasa melaju di belakang Ducati dan Honda, rider cenderung coba berbagai solusi. Jika Anda coba kelewat banyak perangkat, lebih mudah jadi lamban ketimbang jadi cepat," ujar Capirossi kepada Paddock GP.

Pada 2019, Vinales memang sempat diharapkan menjadi penantang serius Marc Marquez dan Andrea Dovizioso, mengingat ia kerap jadi yang tercepat dalam uji coba. Sayangnya, ia justru sulit kompetitif dalam balapan, dan Capirossi pun berharap ia memperbaiki area ini.

"Maverick anak baik, punya hati besar. Menurut saya, ia agak tertekan. Ia selalu spektakuler dalam uji coba, tapi atas alasan tertentu tak bisa mengonfirmasi di balapan. Ia sering gagal mempertahankan ritme demi bertahan dengan rider terdepan pada awal balapan," ungkapnya.

Vinales sejatinya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan para paruh kedua musim lalu, meraih kemenangan spektakuler di Belanda dan Malaysia, dan nyaris menang di Australia sebelum terjatuh di lap terakhir. Capirossi ingin performa kuat ini ia pertahankan pada 2020.

Kabar Kedekatan dengan Disc Jockey Asal Jepang Semakin Kencang Usai Liburan, Ini Jawaban Luna Maya

"Maverick mulai mengatasinya, terbukti sangat kompetitif pada paruh kedua musim 2019. Yamaha saat ini bertaruh padanya. Saya harap ia bisa semakin baik. Jika ia mempertahankan performa ini, ia bisa sangat kuat pada 2020," tutup tiga kali juara dunia. (Bolasport.com)

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved