Kolom Hendry Ch Bangun

Mengenal Sosok Ilham Bintang Melalui Buku yang Ditulis, dari Cerita Nana sampai Pertemuan dengan RS

Mengenal wartawan senior Ilham Bintang dari buku yang ditulis, dari cerita Ibu Muda sampai Rizieq Shihab.

Ilham Bintang untuk Wartakotalive.com
Buku karya wartawan senior Ilham Bintang berjudul "Surat-surat Wasiat Mendiang Nana" 

Jadi meskipun tampaknya cerita ini tentang seseorang, tetapi sebenarnya menyangkut semua orang. Ada artikel lain berisi obituari di buku ini, tentang BJ Habibie, Ani Yudhoyono, Alex Kumara, August Parengkuan, Arswendo Atmowiloto, tetapi tidak ada yang ditulis seperti kisah Nana.

Dari Jalan-jalan sampai Rizieq Shihab

Tulisan Ilham di buku ini hampir tidak beda dengan buku sebelumnya “Jalan-jalan Ala Ilham Bintang” yang diluncurkan dalam Hari Pers Nasional di Padang, 2018, berisikan kisah jurnalistik ketika diundang menghadiri suatu acara seperti ke Jepang untuk liputan otomotif, ke Kuala Lumpur terkait kerjasama wartawan Indonesia Malaysia, ataupun ketika melakukan kunjungan pribadi seperti menjenguk anaknya ke Australia atau melakukan perjalanan ritual ke Saudi Arabia.

Untuk mereka yang tertarik dengan bagaimana kondisi Habib Rizieq Shihab di Mekah, ceritanya ada di buku ini. Ilham menggambarkan keseluruhan proses mulai dari mengurus agar dapat bertemu dia sampai dengan mengajukan pertanyaan yang bersifat kritis, dan menggambarkan pribadinya yang mungkin tidak pernah diketahui masyarakat.

Pertemuan itu sendiri walaupun tidak sampai dua jam, menjadi kisah orisinal yang tidak semua wartawan dapat melakukannya.

Ilham menulis banyak hal, seperti kegusarannya pada tindakan aparat kepolisian dalam menangani berbagai kasus, menyampaikan sikapnya mengenai peristiwa politik, beropini tentang keputusan pemerintah tentang penangan demonstrasi, dsb.

Bedanya dia dengan wartawan lain, mungkin, Ilham suka berterus terang, tidak ragu menyampaikan pendapat pada hal yang tidak sejalan dengan pikirannya, dan tentu itu hak konstitusi sebagai warga negara.

Saya sendiri berpendapat dia sebagai wartawan bersikap independen, dan dalam karya jurnalistiknya bisa dipertanggungjawabkan.

Media sebagai medium memang mestinya menjadi tempat berbagai pandangan, sikap, kecenderungan muncul untuk diperdebatkan, meski tetap dalam koridor kode etik yang menjadi landasan operasional media.

Di buku inilah juga tergambar sosok Ilham yang sering dikaitkan dengan dunia hiburan karena dia pencetus dan pemilik berbagai saluran hiburan, di televisi, media cetak, Youtube, ternyata juga suka melakukan perjalanan ke pondok pesantrean, menulis tentang hal-hal yang bersifat keagamaan.

Dia berkunjung ke Pesantrean Ustaz Abduh Tuasikal di daerah Gunung Kidul, lalu menghadiri tabligh akbar Ustaz Syafiq Basalamah bersama selebiritas yang kini berhijrah lebih mendekatkan diri ke Sang Pencipta seperti Eva Arnas, Cici Tegal.

Ada pula tulisan tentang peristiwa umroh ke Mekkah dan Madinah yang sudah kerap dijalani Ilham bersama keluarga, tetapi selalu bisa diolah menjadi tulisan yang memikat apalagi bagi yang belum pernah umroh. *

(Hendry Ch Bangun adalah wartawan, mantan Wapempred Wartakota, mantan Sekjen PWI Pusat dan kini sebagai Wakil Ketua Dewan Pers)

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved