Kolom Hendry Ch Bangun

Mengenal Sosok Ilham Bintang Melalui Buku yang Ditulis, dari Cerita Nana sampai Pertemuan dengan RS

Mengenal wartawan senior Ilham Bintang dari buku yang ditulis, dari cerita Ibu Muda sampai Rizieq Shihab.

Ilham Bintang untuk Wartakotalive.com
Buku karya wartawan senior Ilham Bintang berjudul "Surat-surat Wasiat Mendiang Nana" 

Tetapi bisa jadi karena cerita ini yang paling menyentuh jatidiri Ilham sebagai wartawan yang juga masih ada unsur kekerabatan dari sisi istrinya, hal yang berbeda dengan rutinitasnya yang sering berurusan dengan hal-hal “besar”, dengan tokoh, dengan persoalan sosial politik yang hangat.

Kematian yang menjemput orang muda memang sering menyentak, membuyarkan asumsi bahwa yang dipanggil terlebih dahulu biasanya orang tidak muda.

Ada empati yang membuat dia memberi nilai tinggi pada peristiwa tragis itu dan lalu menjadikannya sebagai judul buku.

Wajar karena  kita mungkin ingat kata-kata yang diucapkan Rose Kennedy di saat penguburan anaknya, Presiden John F Kennedy,” Adalah tidak benar para orangtua menguburkan anak-anak mereka. Seharusnya (yang terjadi) adalah sebaliknya.”

Ceritanya sendiri adalah tentang ketegaran, kepasrahan menerima yang telah ditakdirkan, atas batas hidupnya. Nana sudah tahu dia takkan lama lagi dijemput maut dan menjalani sisa hidup dengan wajar. Bahkan menulis surat wasiat seperti menulis surat biasa, kepada keluarganya.

Ada pula semacam kronologi saat-saat menjelang kematian, yang menggambarkan “normalnya” kehidupan Nana di tengah perjuangan beratnya menjalani hidup.

Nana seperti puisi Chairil Anwar “Nisan” yang mengisahkan keihlasan nenek penyair itu dalam menerima kematian, tetapi justru menimbulkan duka bagi orang di sekelilingnya. 

//Bukan kematian benar menusuk kalbu/keridlaanmu menerima segala tiba/ tak kutahu setinggi itu atas debu/Dan duka maha tuan bertahta//

Bagi Chairil kematian neneknya itu sesuatu yang menimbulkan perenungan, ternyata manusia hanyalah debu, suatu yang tak ada apa-apanya dibanding kekuasaan Sang Pencipta.

Bagi Ilham kematian Nana menimbulkan kekaguman pada sosok manusia muda, yang ihlas pergi ke dunia fana walaupun baru punya bayi berusia dua bulan, dan tentu pada akhirnya memberi kesadaran yang sama, bahwa kematian itu akan datang pada siapa saja yang tidak kita ketahui waktunya.

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved