Breaking News:

ILC TV One

Debat Adian Napitupulu vs Abdullah Hehamahua di ILC, Jangan Geser Seolah PDIP Tolak Penyelidikan

Debat Adian Napitupulu vs Abdullah Hehamahua di ILC, Jangan Geser Seolah PDIP Tolak Penyelidikan KPK

Penulis: Wito Karyono | Editor: Wito Karyono
Capture Youtube ILC TV One
Adian Husaini debat dengan Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi, Abdullah Hehamahua. 

Namun, belum diketahui apa alasan Harun melakukan hal ini.

Menurut dia yang bisa menjawab hal ini adalah Harun sendiri dan KPK jika sudah menangkapnya dengan cara menginterogasi Harun.

"Tidak tahu buat apa. Ini informasi valid yang bisa kita dapatkan.

Memang kita enggak bisa jwab kenapa dia beli tiket lebih dari satu kali di pergi dan pulang," katanya lagi.

 Dua Pengedar dan Satu Pemasok Narkoba di Cibarusah Bekasi Dibekuk, Ratusan Gram Ganja Disita

Adian Bikin Perbandingan

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Adian Napitupulu saat memperoleh kesempatan berbicara meminta publik tak berlebihan memandang kasus Harun Masiku.

Adian mengawali pembicaraan dengan patusan MA ada diskresi partai tentukan anggota DPR PAW (Pergantian Antar Waktu).

Saat itu Nazarudin Kiemas meninggal dunia, namun tetap terpilih sebagai anggota DPR.

Putusan MA adalah menyerahkan penggantinya kepada parpol.

Adian Napitupulu sebut kasus suap komisioner KPU Wahyu Setiawan dan keterlibatan kader PDIP Harun Masiku terjadi karena adanya keputusan MA.
Adian Napitupulu sebut kasus suap komisioner KPU Wahyu Setiawan dan keterlibatan kader PDIP Harun Masiku terjadi karena adanya keputusan MA. (Capture @KompasTV)

Tapi tak dijalankan KPU, Ada apa ini?

KPU tetap memilih Riezky Aprilia sebagai penggantinya berdasarkan suara terbanyak setelah Nasarudin Kiemas

"KPU berbeda tafsir dengan MA. KPU bukan lembaga tafsirkan hukum." kata Adian.

Karena terjadi perbedaan, PDIP minta tafsir MA

Apa sebenarnya tafsir, kira-kira seperti itu.

Tetap memberikan diskresi kepada parpol kemana suara dari orang meninggal itu dialihkan.

Tetap tak dijalankan KPU, pembangkangan oleh KPU.

 VIDEO: Eric Febrian Risih Dipanggil dengan Sebutan Ahok Terus

Menurut Adian, Itu asal muasalnya, jangan bicara Harun Masiku.

Andai KPU mau mendengarkan MA tak akan terjadi seperti ini.

Buka webstie KPU suata Nazarudin Kiemas tetap 0

Dian menegaskan bahwa ia sedang bicara apa malam ini, penegakan hukum. Ayo bicara penegakan hukum

Lalu Adian bicara soal Harun Masiku, membandingkan dengan Nazarudin yang menghilang 77 hari.

Ada Neneng sampai 3 tahun menghilang.

 VIDEO: Pedangdut Novi Rizki Rilis Single Terbarunya Nikahin Adek Bang

Saat itu tidak pernah bilang KPK lemah.

Kita tak pernah menjatuhkan KPK, kita dorong KPK cari terus Harun Masiku.

Ada banyak kasus lain, mari kita sama-sama menyemangati KPK menjalankan tugasnya.

Kalau dibilang ada tembok besar, yang disebut partai, jangan dong.

Kalau kita menolak digeladah, menolak di status quokan ruangan, itu bukan melawan negara.

Itu bagian dari hak penegakan hukum terkait hak dan kewenangan

KPK itu Komisi Penegakan Hukum, jangan korupsi.

 Ngaku Risih Dipanggil Ahok Terus, Ini yang Dilakukan Eric Febrian

"Jika mengeledah tanpa surat yang tepat itu korupsi hukum."

Adian lalu mempermasalahkan istilah OTT atau operasi tangkap tangan.

Khususnya tumpang tindih tugas penyidik dan penyelidik di KPK.

Kenapa itu ia sampaikan terkait penegakan hukum.

Bicara Harun Masiku adalah bicara penegakan hukum.

Lalu Adian membandingkan dengan Ketua Partai, Sekjen Partai, hingga bendahara partai yang korupsinya miliaran.

 Tampil Meyakinkan, Striker Persita Dapat Pujian dari Kedua Bek Ini

Ia anggap tak sepadan jika dibandingkan dengan Harun Masiku yang jumlah suapnya hanya Rp 900 juta.

Adian mengaku bukan menghalangi kasus Harun Masiku untuk diusut, namun ia anggap terlalu berlebihan menyoroti Harun Masiku jika dibandingkan  dengan kerugian negara yang ditanggungnya.

"Kasus Nazuriddin lari 77 hari tak tertangkap kita tak sebutkan nama siapa Menkum Hamnya siapa Ketua KPKnya."

Saat itu tak ada yang bilang KPK dilemahkan, tapi saat ini bilang dilemahkan.

Ini berdasarkan data bukan rasa.

"Jangan bandingkan seolah-olah dulu tersangka lalu tertangkap." ucapnya.

 BREAKING NEWS: Satpam SPBU Pos Pengumben Tewas Terbakar di Ruang Genset

 Belum Tertangkap

Seperti diketahui,  KPK belum bisa menemukan keberadaan eks caleg PDIP Harun Masiku.

Komisi anti-korupsi bersama kepolisian terus mengupayakan pencarian Harun Masiku.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan, pihaknya bersama polisi menelusuri sejumlah daerah di Indonesia.

"Kami sedang upaya terus-menerus ke daerah-daerah," ujar Ali saat dimintai konfirmasi, Senin (27/1/2020).

Akan tetapi, Ali enggan membeberkan daerah mana saja yang didatangi KPK dan Polri.

Ia hanya meminta masyarakat untuk dapat menghubungi KPK dan Polri jika mengetahui keberadaan Harun Masiku.

 Kualitas Layar Bakal Ngetren, Oppo Siapkan Smartphone dengan Teknologi Layar Terbaik

"Sampai hari ini KPK bersama Polri terus proaktif mencari keberadaan yang bersangkutan."

"Tentu peran serta masyarakat yang mengetahui keberadaan yang bersangkutan diharapkan dapat pula menginfokan kepada KPK maupun Polri," kata Ali.

Hari ini sudah 20 hari Harun Masiku menjadi buronan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang juga menjerat eks komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan pada Kamis (9/1/2020) lalu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved