Virus Corona

Saking Sibuknya Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis China Terpaksa Pakai Popok Dewasa

Mereka harus berjibaku menangani para pasien yang positif terinfeksi patogen mematikan itu, di tengah ribuan kasus yang muncul.

Saking Sibuknya Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis China Terpaksa Pakai Popok Dewasa
Daily Mail
Pekerja medis di ICU (unit perawatan intensif) Rumah Sakit Zhongnan, Wuhan, China. Dokter dan pekerja medis tidak sempat pulang, kurang istirahat, dan terpaksa harus memakai popok dewasa selama merawat pasien virus corona. 

"Penularan virus corona belum diketahui. Tapi diduga lewat kontak langsung, udara. Kalau yang batuk bisa pakai masker. Kalau di dekat orang batuk, kita melindungi diri..."

SALAH satu dampak merebaknya virus Corona, tim medis di China mengaku harus memakai popok dewasa dalam tugasnya merawat pasien virus Corona.

Pasalnya, mereka tidak punya waktu untuk pergi ke toilet. Mereka harus berjibaku menangani para pasien yang positif terinfeksi patogen mematikan itu, di tengah ribuan kasus yang muncul.

Cerita Pakar Kesehatan yang Kena Virus Corona Padahal Sudah Pakai Masker dan Baju Pelindung

Bikin Waswas, Ini Video Call Mahasiswi Indonesia dengan Orangtuanya Soal Virus Corona di Wuhan

Ada Wabah Virus Corona, Simak Pesan Penting Kementerian Kesehatan RI Untuk Menghindari Penularannya

Berbagai video yang tidak bisa terkonfirmasi kebenarannya merebak di media sosial, menunjukkan suasana rumah sakit tempat pasien dirawat.

Dalam laporan media setempat, tim medis yang kelelahan tetap mengenakan pakaian hazmat mereka untuk merawat pasien positif virus corona.

Mereka menuturkan, pakaian itu membutuhkan waktu lama untuk bisa dilepaskan ketika mereka harus pergi ke toilet untuk buang hajat.

Seorang dokter di Rumah Sakit Union Wuhan di Weibo mengatakan, mereka memakai popok untuk orang dewasa demi mempersingkat waktu.

"Kami tahu bahwa pakaian perlindungan ini mungkin adalah hal terakhir yang kami pakai. Kami tak bisa membuang-buang waktu," ucapnya dilansir Daily Mirror, Minggu (26/1/2020).

Puluhan tewas

Presiden China Xi Jinping menyatakan, China terancam menghadapi 'suasana sedih' yang sudah merenggut kegembiraan perayaan Tahun Baru Imlek Sabtu (25/1/2020).

Sebabnya, virus dengan kode 2019-nCov (Novel Coronavirus 2019) itu sudah merenggut nyawa 81 orang, di mana sebagian besar korban terpusat di Provinsi Hubei.

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved