Revitalisasi Monas

Kisruh Revitalisasi Monas, Politisi Partai Demokrat Sebut Gubernur DKI Anies Baswedan Memalukan

Kisruh revitalisasi monas, Politisi Partai Demokrat Ferdinand sebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memalukan. Proyek Monas minta dihentikan

Penulis: | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kondisi sebagian lahan di Monas yang direvitalisasi untuk menambah ruang terbuka hijau, Senin (20/1/2020). 

Kisruh revitalisasi Monumen Nasional (Monas), Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean sebut Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memalukan.

Pernyataan keras tersebut diungkapkan Ferdinand lewat akun twitternya @ferdinandhaean2; pada Selasa (27/1/2020).

Hal tersebut dilontarkannya lantaran Anies memiliki sumber daya untuk mengelola pemerintahan.

Namun, walau didukung oleh sebanyak 70 orang Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta, Biro Hukum dan Sekretaris Daerah, Anies tidak mampu memahami peraturan. 

Klaim DKI Menunjukkan Revitalisasi Monas Dilaksanakan dengan Mengikuti Keppres 25 tahun 1995

Peraturan yang disinggung Ferdinand meliputi pengelolaan kawasan Medan Merdeka, seputar Monas.

Peraturan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 25 tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah DKI Jakarta.

Alhasil, lantaran kebijakan Anies dalam merevitalisasi kawasan Monas dianggap menyalahi aturan, pemerintah pusat meminta agar proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

Bakal Ada Kolam Seluas Lapangan Sepak Bola di Sisi Selatan Monas, Total Biaya Rp 50,5 Miliar

"Gub @aniesbaswedan dikelilingi 70 lbh TGUPP dan SKPD, ada Biro Hukum dan ada Sekda, tapi tidak tau ada Keppres No 25 / 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah DKI Jakarta," tulis Ferdinand.

"Akhirnya Istana minta revitalisasi Monas dihentikan. MEMALUKAN.!," tegasnya.

Tidak memahaminya Anies dalam menjabarkan Kepres Nomor 25 tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah DKI Jakarta dibuktikannya dalam laporan Kompas.com yang diunggahnya.

Foto sebelum dan sesudah kawasan Monumen Nasional sisi selatan yang pohonnya ditebang.
Foto sebelum dan sesudah kawasan Monumen Nasional sisi selatan yang pohonnya ditebang. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG, M LUKMAN PABRIYANTO, KOLASE: DINO OKTAVIANO)

Istana Minta Revitalisasi Monas Dihentikan

Dikutip dari Kompas.com, pihak Istana Kepresidenan akan menyurati Pemerintah Provinsi DKI untuk meminta penghentian sementara revitalisasi kawasan Monas.

Hal ini dilakukan karena revitalisasi tersebut belum mengantongi izin dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

"Karena itu jelas ada prosedur yang belum dilalui, ya kita minta untuk distop dulu," kata Menteri Sekretaris Negara yang juga Ketua Komisi Pengarah Pratikno usai rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved