Isu Makar

DIVONIS Setahun Penjara, Habil Marati Bilang Cuma untuk Hibur Jaksa dan Polisi

MAJELIS hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal Habil Marati, dengan hukuman setahun penjara.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Terdakwa kasus pengadaan senjata ilegal yang juga mantan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Habil Marati, menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020). Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis 1 tahun penjara bagi Habil Marati. 

MAJELIS hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal Habil Marati, dengan hukuman setahun penjara.

Mantan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu secara sah dan meyakinkan bersalah atas tindak pidana membantu melakukan tanpa hak, menerima, menyerahkan, menguasai, dan menyimpan suatu senjata api dan amunisi.

Empat senjata api yang dibeli ialah pistol laras pendek jenis revolver merk Taurus kaliber 38 mm, dan pistol laras pendek jenis Mayer hitam kaliber 22 mm.

BEREDAR Kabar Dua Petugas KPK Dipulangkan Terkait Kasus Harun Masiku, Menghalangi Penyidikan?

Lalu, pistol laras pendek jenis revolver kaliber 22 mm, dan senjata api laras panjang rakitan kaliber 22 mm.

Majelis hakim juga menyatakan Habil Marati memenuhi semua unsur tindak pidana dalam pasal Pasal 1 ayat (1) UU 12/drt/1951 jo pasal 56 ayat (1) KUHP.

Hal itu sebagaimana dibacakan Ketua Majelis Hakim Syaifuddin Zuhri dalam amar putusan perkara nomor 959/Pid.Sus/2019/PN Jkt.Pst tersebut, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020).

ROY Suryo Ungkap Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana Masih Jomblo, Ini Nama Aslinya

"Mengadili. Menyatakan terdakwa Habil Marati Marati telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana."

"Membantu melakukan tanpa hak, menerima, menyerahkan, menguasai, dan menyimpan suatu senjata api dan amunisi."

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama satu tahun," kata Syaifuddin.

Guru Besar Farmasi UGM Usul Tenaga BPOM Ditambah untuk Perangi Obat Ilegal

Dalam amar putusan tersebut, anggota majelis hakim menjelaskan sejumlah keadaan yang memberatkan dan meringankan perbuatan Habil Marati dalam kasus tersebut.

Keadaan yang memberatkan adalah Habil Marati tidak mengakui perbuatannya secara terus terang, dan perbuatannya meresahkan masyarakat.

Sedangkan keadaan yang meringankan adalah Habil Marati belum pernah dihukum dan mempunyai tanggung jawab keluarga.

‎100 Hari Jokowi-Maruf Amin, Haris Azhar: Dulu Koruptor Melawan, Sekarang Difasilitasi UU Baru

Kasus yang menjerat Habil Marati merupakan pengembangan dari kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu.

Habil Marati menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari, setelah mendengar vonis satu tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved