TERSANGKA Kasus 10 ABG Dijadikan PSK di Cafe Khayangan Bertambah Jadi 8 Orang, Ini Peran Mereka

JUMLAH tersangka kasus prostitusi anak di bawah umur di Cafe Khayangan, Penjaringan, Jakarta Utara, bertambah dua orang.

TERSANGKA Kasus 10 ABG Dijadikan PSK di Cafe Khayangan Bertambah Jadi 8 Orang, Ini Peran Mereka
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Konpers ungkap eksploitasi anak secara ekonomi dan seksual di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/1/2020). 

JUMLAH tersangka kasus prostitusi anak di bawah umur di Cafe Khayangan, Penjaringan, Jakarta Utara, bertambah dua orang.

Sebelumnya, polisi telah menangkap dan menahan 6 tersangka.

Mereka terdiri dari pemilik dan pengelola kafe sekaligus mucikari, perekrut para perempuan muda di bawah umur atau ABG, hingga penjaga dan pembantu di kafe tersebut.

Bukannya Dijaga, Kakek Bejat Ini Malah Cabuli Bocah yang Dititipkan Tetangganya

Ini berarti jumlah tersangka kasus ini saat ini menjadi 8 orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebutkan, dua tersangka baru dalam kasus ini adalah AH dan H.

Mereka dibekuk di dua tempat terpisah di Limo, Depok, dan di Jakarta Barat, Sabtu (25/1/2020) lalu.

Satu Penodong Driver Ojol di Warung Makan Diciduk di Sumatera Selatan, Dua Lagi Masih Buron

"Peran AH dan H ini sama-sama mencari perempuan muda di bawah umur, diperdaya, untuk dijual dan dijadikan PSK di Cafe Khayangan," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/1/2020).

"Mereka menjanjikan kerja di restoran sebagai pramusaji dengan gaji Rp 5 Juta sampai Rp 6 Juta per bulan. Tapi nyatanya dijadikan PSK," kata Yusri.

Untuk H, kata Yusri, sedikit berbeda, karena diketahui H tidak hanya mencari dan menjual perempuan ABG ke Cafe Khayangan, tapi juga cafe dan tempat hiburan malam lainnya.

INI Dia Tampang Pelaku Masturbasi di Depan Bocah di Bekasi, Mengaku Cuma Mencari Kepuasan

"Untuk yang H ini semacam agen, dia mencari dan menjual perempuan muda tidak hanya untuk Cafe Khayangan, tapi kafe dan tempat hiburan malam lain," jelas Yusri.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved