Pilkada

Pengamat: Sindiran Ketua Umum PDIP Megawati Terkait 'Pintu Belakang' Konteksnya Luas

Sindiran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu terkait "pintu belakang" konteksnya luas.

Pengamat: Sindiran Ketua Umum PDIP Megawati Terkait 'Pintu Belakang' Konteksnya Luas
Wartakotalive.com/Henry Lopulalan
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merefleksikan pahit manisnya perjalanan politik yang telah ia tempuh selama 47 tahun partai berdiri, pada pidato politiknya saat Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP sekaligus peringatan HUT Ke-47 partai di JIExpo, Jumat (10/1/2020) 

Pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Agus Riwanto menyatakan, sindiran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu terkait "pintu belakang" konteksnya luas.

"Saya kira kalau dikaitkan dengan Gibran belum tentu demikian," katanya di Solo, Jateng, Senin (27/1/2020).

Sebagaimana diketahui, Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra sulung dari Presiden Joko Widodo berencana maju menjadi salah satu peserta Pilkada Surakarta 2020 dari PDIP.

Saat ini, Gibran dengan nama lain, yaitu Achmad Purnomo sedang bersaing untuk memperoleh rekomendasi dari Ketua Umum partai.

Terkait hal itu, dikatakannya, bisa jadi sindiran tersebut bukan untuk kader yang akan maju ke kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di beberapa daerah di Indonesia, tetapi justru untuk kasus pergantian antarwaktu (PAW) yang sempat menyandung beberapa nama kader PDIP beberapa waktu lalu.

Hasil Sebulan Blusukan, Elektabilitas Gibran Versi Survei Internal Kini Sudah Salip Survei Median

Ali Mochtar Ngabalin Ungkap Gibran Tak Pernah Bicara kepada Jokowi Saat Maju di Pilkada Solo

Beban Moral Gibran-Bobby Ikut Pilkada, Menang Enggak Dianggap Hebat, Kalau Kalah Memalukan

"Itu kan pernyataan pimpinan partai, jadi pastilah mengandung pesan politik. Memang bukan pernyataan netral, tetapi bukan hanya untuk Kota Solo," ucapnya.

Mengenai jalur formal dan informal yang ditempuh oleh dua nama tersebut, dikatakannya, selama tidak menyalahi AD/ART partai maka tidak perlu dipermasalahkan.

"Seperti yang diketahui publik kan Achmad Purnomo maju lewat DPC, sedangkan Gibran mendaftar lewat DPD. Saya tidak tahu, maksudnya jalur formal dan informal itu masing-masing untuk siapa, tetapi saya melihat tidak ada yang menyalahi AD/ART PDIP," tuturnya.

Sebelumnya, tepatnya pada saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP beberapa waktu lalu, Megawati sempat menyindir calon kepala daerah yang meminta rekomendasinya lewat "pintu belakang".

47 Tahun PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Merasa Gelisah, Begini Curhatannya

Terkait hal itu, Gibran merasa sindiran Megawati tersebut bukan untuk dirinya mengingat ia sudah melalui prosedur sebagaimana mestinya.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved