Guru Besar Farmasi UGM Usul Tenaga BPOM Ditambah untuk Perangi Obat Ilegal

REMPAH-rempah sebagai bahan dasar obat tradisional, sudah menjadi aset murni Bangsa Indonesia.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
Ilustrasi. 

Dukungan percepatan hilirisasi melalui simplifikasi dalam proses sertifikasi dan registrasi:

1. Investasi industri dan usaha obat tradisional hingga tahun 2019 terdapat 116 Industri Obat Tradisional (IOT), 13 Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) dan 672 UMKM obat tradisional.

Liga 1 2020 Dimajukan, Marko Simic Girang Bakal Bisa Berlibur di Tengah Musim

2. Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Produk Biologi, Fitofarmaka, dan Jamu.

3. Jumlah riset hasil pendampingan Badan POM yaitu 15 riset obat dan bahan baku obat, 18 riset obat herbal, dan 6 riset pangan olahan.

Upaya percepatan perizinan juga terus dilakukan Badan POM melalui:

Jokowi Teken PP 4/2020, Dewan Pengawas KPK Selanjutnya Bakal Dipilih Panitia Seleksi

1. Simplifikasi bisnis proses registrasi;

2. Percepatan sertifikasi Cara Pembuatan yang Baik untuk mendukung kemudahan berusaha;

3. Digitalisasi proses registrasi;

4. Perluasan jalur notifikasi;

5. Simplifikasi timeline;

6. Perluasan program pendampingan.

Selama 2017- 2019, Badan POM telah melakukan pendampingan bagi 196 UMKM obat tradisional.

Badan POM juga terus mendorong industri obat tradisional untuk menghasilkan produk dengan kualitas ekspor, termasuk pengembangan riset obat herbal berupa inovasi penelitian produk fitofarmaka.

Fasilitasi pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha obat tradisional untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produknya, terbukti membuahkan hasil.

‎100 Hari Jokowi-Maruf Amin, Haris Azhar: Dulu Koruptor Melawan, Sekarang Difasilitasi UU Baru

Kini penetrasi produk obat tradisional kian percaya diri dalam menembus pasar global.

Tercatat dalam lima tahun terakhir, tren ekspor obat tradisional terus mengalami peningkatan.

Ekspor Obat Tradisional

Tahun  Jumlah Produk
2015    251
2016   162
2017   262
2018   303
2019   574. (*)

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved