Breaking News:

Virus Corona

Cina Membangun Rumah Sakit Berkapasitas 1000 Meski Korban Terjangkit Corona Mencapai 100000 Pasien

Kapasitas rumah sakit itu untuk menampung 1.000 pasien, tapi jumlah korban yang menderita karena terkena corona sudah mencapai 100.000 jiwa.

Daily Mail
Cina memperkuat tim medis ke pusat coronavirus, meski bersikeras yang terinfeksi baru 2.700, tapi kalangan pakar dan warga di Wuhan menyatakan, mereka yang terinfeksi coronavirus mencapai 100.000 orang. 

SEBUAH rumah sakit khusus untuk menangani korban terkena infeksi coronavirus dibangun dengan waktu 10 hari.

Kapasitas rumah sakit itu untuk menampung 1.000 pasien, tapi jumlah korban yang menderita karena terkena corona sudah mencapai 100.000 jiwa dan jumlahnya bisa bertambah karena tidak semuanya dirawat di rumah sakit.

Video yang menunjukkan upaya pembangunan rumah sakit khusus tersebut menunjukkan pembangunannya dikebut di Hubei yang berada di Wuhan, di samping sejumlah RS lainnya yang sudah ada.

Jumlah korban yang mencapai 41 orang tewas telah meningkat dengan cepat dilaporkan 81 jiwa tewas karena coronavirus adalah virus baru yang dinilai bisa mengancam jiwa pasien yang mengalami penderitaan karena infeksi coronavirus.

Andien Diingatkan Netizen Soal Corona karena Liburan ke Hongkong Meski Manajernya Menyampaikan Ini

Sebagaimana diberitakan Daily Mail, yang dikutip Warta Kota, Senin (27/1/2020), Cina memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek.

Tujuannya adalah untuk memerangi wabah coronavirus yang mematikan, saat jumlah korban tewas menjadi 81 jiwa dengan bayi berusia sembilan bulan adalah yang menjadi korban termuda dan para ahli percaya, sejumlah 100.000 orang telah sudah terinfeksi.

Hari ini, menteri kesehatan Cina, Ma Xiaowei mengatakan bahwa sepertinya kemampuan penyebaran virus semakin kuat.

Menteri Kesehatan itu meyakinkan bahwa para reporter yang bermasker telah melaporkan untuk meningkatkan upaya untuk menghentikan penyebaran coronavirus.

Lebih dari 2.700 orang kini telah terinfeksi di seluruh dunia dan 81 orang telah terbunuh di Cina, kata para pejabat setempat.

Tetapi, para ahli di Inggris menyebutkan jumlah sebenarnya kasus sudah lebih dari 100.000 dengan banyak kasus yang tidak terdiagnosis.

Halaman
1234
Penulis: Gede Moenanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved