OTT KPK

BEREDAR Kabar Dua Petugas KPK Dipulangkan Terkait Kasus Harun Masiku, Menghalangi Penyidikan?

KASUS dugaan suap PAW anggota DPR terpilih 2019-2024 yang menyeret kader PDIP dan seorang komisioner KPU, memasuki babak baru.

KPU
Harun Masiku 

KASUS dugaan suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR terpilih 2019-2024 yang menyeret kader PDIP dan seorang komisioner KPU, memasuki babak baru.

Beredar kabar satu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bernama Rosa dan seorang jaksa KPK bernama Yadyn dikembalikan ke instansinya masing-masing.

Keduanya ditarik ke instansi asal, padahal sedang menangani kasus dugaan suap ini yang telah menjerat 4 orang tersangka.

Mengaku Sohib Riza Patria, Nurmansyah Lubis: Abang di DPR Pusat Aja, Gue Wagub

Rosa dikabarkan telah ditarik ke Polri, sementara Yadyn akan dikembalikan ke Kejaksaan Agung.

Direktur Pusat Studi dan Konstitusi (Pusako) Feri Amsari menilai, jika memang benar informasi penarikan Rosa dan Yadyn terkait kasus tersebut, maka dapat dikategorikan adanya upaya menghalang-halangi penyidikan alias obstruction of justice.

"Saya pikir kalau penarikan (penyidik dan jaksa) itu ada kaitannya dengan proses penyidikan, maka harus dianggap itu adalah tindakan menghalang-halangi penyidikan," ujarnya saat dimintai konfirmasi, Senin (27/1/2020).

Sandiaga Uno Akui Ingin Maju Jadi Capres 2024 tapi Lebih Dahulu Ingin Berkontribusi pada Bangsa

Menurut Feri, setiap orang yang menghalang-halangi proses penyidikan KPK dapat dijerat pasal 21 UU Pemberantasan Korupsi.

Ancaman Pasal 21 tersebut, kata Feri, tidak hanya bisa diterapkan terhadap orang-orang di luar KPK, tapi juga termasuk yang ada di internal KPK, termasuk pimpinan lembaga anti-rasuah.

"Kan dia setiap orang, termasuk pimpinan," kata Feri.

Janji Nurmansyah Lubis Jika Jadi Wagub DKI: Pindahin Bully Anies ke Ane, yang Diomelin Gua Aja

Merintangi proses penyidikan atau penuntutan atau obstruction of justice tercantum dalam Pasal 21 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved