Berita Jakarta

Kabar Jokowi Dukung Sandiaga Uno Capres 2024, Anies Baswedan: Kami Ini Lagi Ngurusin Jakarta

Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandiaga Uno jadi Calon Presiden (Capres) 2024, ditanggapi Gubenur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan atau Anies Baswedan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: PanjiBaskhara
Kolase Warta Kota
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan alias Anies Baswedan soal Presiden Joko Widodo alias Jokowi dukung Sandiaga Salahuddin Uno alias Sandi Uno maju jadi capres 2024. 

Kabar Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandiaga Uno jadi Calon Presiden (Capres) 2024, ditanggapi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan atau Anies Baswedan.

Isu Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi dukung Sandiaga Uno maju jadi Capres 2024, ungkap Anies Baswedan, dirinya masih mengurus Jakarta.

Berikut ini adalah tanggapan Anies Baswedan, soal Jokowi dukung Sandiaga Uno jadi Capres 2024 mendatang.

Diketahui, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, lebih memilih fokus pada kewenangannya memimpin ibu kota saat ini.

Hotman Paris Rayakan Imlek Bersama Sandiaga Uno Ahok dan Nadiem Makarim di Kediaman Prajogo Pangestu

Jokowi Sebut Sandiaga Uno Capres 2024, Waketum Gerindra Malah Jagokan Puan Maharani

Jokowi Sebut Sandiaga Uno Berpeluang Jadi Capres, PDIP: Kami Punya Ganjar, Risma, dan Puan

“Kami ini lagi ngurusin Jakarta, gitu saja cukup,” ujar Anies usai menghadiri Rakerda DPD Partai Gerindra DKI Jakarta di Hotel Grand Sahid, Jalan Jendral Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Minggu (26/1/2020).

Anies mengaku, hubungannya dengan Sandi sampai saat ini tetap harmonis, walau Sandi telah mengundurkan diri sebagai Wagub DKI pada 2018 karena menjadi Cawapres RI 2019-2024.

Kata dia, hubungan keduanya tetap sama seperti sedia kala meski Sandi tak mendampingi Anies memimpin ibu kota.

“Kalau dengan bang Sandi sih kami komunikasi terus, jadi nggak ada hal yang baru,” katanya.

Presiden Jokowi sempat menginsyaratkan Sandiaga berpotensi menggantikan posisinya pada ajang Pemilu 2024 mendatang.

Hal itu diungkapkan Jokowi saat meresmikan pelantikan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (15/1/2020) lalu.

“Bahwa yang hadir di sini adalah kandidat yang kemungkinan besar akan menggantikan saya. Dan saya meyakini itu"

"tapi saya tidak menyebutkan orangnya siapa. Hanya tadi yang baru saja berdiri tadi (Sandiaga) kira-kira,” ujar Jokowi. (faf/kompas.com)

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan mantan Ketua Umum HIPMI Sandiaga Uno (kiri) sebelum menghadiri acara pelantikan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2019-2022 di Jakarta, Rabu (15/1/2020).
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan mantan Ketua Umum HIPMI Sandiaga Uno (kiri) sebelum menghadiri acara pelantikan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2019-2022 di Jakarta, Rabu (15/1/2020). (ANTARAFOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jagokan Puan Maharani

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengakui Sandiaga Uno punya kans besar untuk jadi calon presiden periode 2024-2029.

Hal itu disampaikan Arief Poyuono menanggapi ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyinggung nama Sandiaga Uno sebagai calon presiden (capres) 2024.

Juga, untuk menanggapi guyonan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Budi Gunawan saat peresmian kepengurusan e-sport, bahwa kaum muda milenial sangat gandrung dengan sosok Sandiaga Uno.

Ini sedikitnya empat kandidat Capres 2024, Sandiaga Uno, Puan Maharani. Tri Rismaharini, dan Ganjar Pranowo.
Ini sedikitnya empat kandidat Capres 2024, Sandiaga Uno, Puan Maharani. Tri Rismaharini, dan Ganjar Pranowo. (Kolase Tribunnews/Jeprima, Kompas.com/Humas PemprovJateng)

Bahkan, bukan tidak mungkin Sandiaga Uno akan jadi capres terkuat di Pilpres 2024.

"Semua yang dikatakan dua tokoh tersebut memang benar sekali."

"Saat ini memang Sandiaga yang punya kans besar untuk jadi presiden ke-8 RI," ujar Arief Poyuono kepada Tribunnews.com, Senin (20/1/2020).

Namun, menurut Arief Poyuono, masih ada tokoh muda lain yang patut dipertimbangkan selain Sandiaga Uno.

Dia mencontohkan Ketua DPR Puan Maharani yang juga tokoh muda sukses dalam dunia politik, sangat matang dalam birokrasi, serta kenyang dapat tekanan sejak masa Orde Baru.

"Mbak Puan sudah komplet pengalamannya, sudah pernah di barisan oposisi dan barisan pemerintah, dan juga sudah pernah jadi menteri dan anggota DPR RI."

"Ini modal kuat bagi Mbak Puan. Belum lagi Mbak Puan itu sebagai penerus Trah Bung Karno yang paling sukses," jelas Arief Poyuono.

Secara pribadi, Arief Poyuono menilai Puan Maharani justru yang punya kans besar untuk jadi calon presiden dibandingkan Sandiaga Uno.

"Ingat loh, pemilih di setiap pemilu itu kaum wanita lebih banyak jumlahnya, dan Mbak Puan itu jadi idolanya kaum wanita loh," ungkap Arief Poyuono.

Dan ada satu lagi, kata dia, tokoh muda yang akan bisa menyaingi Sandiaga Uno, yakni Gibran Rakabuming Raka.

Putra Presiden Jokowi itu sedang mencoba masuk ke dunia politik, melalui pencalonannya di Pemilihan Wali Kota Solo 2020.

"Nah, kalau menang dan sukses memimpin kota Solo, maka Gibran akan bisa jadi tokoh muda yang siap menerima tongkat estafet bapaknya."

"Apalagi Mas Gibran itu wong jowo asli. Sedangkan politik identitas dan primodialisme akan punya banyak pengaruh bagi pemilih khusus suku Jawa," ulasnya.

"Jadi kita tunggu lagi nanti tokoh muda yang akan muncul jadi pesaing Sandiaga," imbuh Arief Poyuono.

Sebelumnya, dalam acara pelantikan Badan Pengurus Pusat HIPMI di Hotel Raffles, Jakarta, Presiden Jokowi sempat berseloroh mengenai Pemilu 2024 pada mantan Ketua Umum HIPMI Sandiaga Uno.

Saat mengawali sambutannya, Jokowi pun menyapa kader-kader senior HIPMI, Jokowi mengatakan dirinya hanya mengingat nama satu Ketua Umum HIPMI, yaitu Sandiaga Uno.

"Yang saya hafal hanya satu, Bapak Sandiaga Uno," tutur Jokowi seperti dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Rabu (15/1/2020).

"Hati-hati 2024," sambung Jokowi.

Perkataan Jokowi itu pun langsung disambut tawa dan tepuk tangan meriah.

Dikutip dari Kompas.com, Sandiaga Uno yang mendengar namanya disebut oleh Presiden, langsung berdiri.

Lebih lanjut, Jokowi pun menyampaikan pernyataan Ketua Dewan Pembina HIPMI Bahlil Lahadalia terkait kader-kadernya yang kerap menghiasi kontestasi Pemilu.

Ia pun mengatakan, peserta yang hadir dalam acara tersebut kemungkinan akan menjadi kandidat capres di Pemilu 2024.

Meskipun Jokowi enggan menyebut namanya, ia mengisyaratkan bahwa tersebut adalah Sandiaga Uno.

Sebab, hanya Sandiaga Uno yang baru saja berdiri saat Jokowi berpidato.

"Tadi kan disampaikan oleh Pak Ketua Dewan Pembina bahwa 2024 nanti kemungkinan."

"Beliau menyampaikannya, yang hadir di sini adalah kandidat yang kemungkinan besar akan menggantikan saya, dan saya meyakini itu," papar Jokowi.

"Tapi saya tidak menyebutkan orangnya siapa, hanya tadi yang baru saja berdiri tadi (Sandiaga) kira-kira," sambungnya.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno pun menyampaikan tanggapannya terkait pernyataan Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Dikutip dari Kompas.com, Sandiaga Uno menilai Jokowi hanya berkelakar saat mengisyaratkan dirinya bakal jadi capres pada 2024.

"Ya mungkin Pak Presiden guyon (bercanda) ya tadi, atau mungkin Pak Presiden ingin membesarkan hati saya," kata Sandiaga Uno.

"Pak Presiden orangnya baik," imbuhnya.

Sandiaga Uno menuturkan, Pemilu 2024 masih jauh.

Menurutnya, mereka yang berkeinginan maju pada Pilpres 2024 harus menunjukkan kerja nyatanya lebih dahulu.

Ia pun menambahkan, saat ini yang terpenting baginya adalah berupaya membantu perekonomian Indonesia.

Sandiaga Uno juga meminta semua pihak tak lagi berseteru lantaran pilpres telah usai.

"Kita menjaga persatuan kita," cetus Sandiaga Uno.

"Kenapa saya hadir di sini juga saya ingin menunjukkan kepada seluruh rekan-rekan Hipmi bahwa pemilu sudah selesai," sambungnya.

Sandiaga Uno pun kembali menekankan proses politik telah selesai dan sudah semestinya masyarakat Indonesia bersatu membangun bangsa.

"Proses politik sudah selesai, sekarang saatnya kita bersatu membangun bangsa," papar Sandiaga Uno.

Saat ditanya apakah akan kembali berjuang seperti pada Pilpres 2019, Sandiaga Uno tak menjawab secara tegas.

"Kalau kami, berjuang ada di setiap tarikan napas kami. Jadi jangan pernah berhenti berjuang," ucapnya. (*)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved