Kasus Narkoba

Kirim Sabu Lewat Bus Umum, Pengedar Lintas Sumatera Diringkus BNN

Pengedar sabu jaringan Sumatera diciduk di Terminal Kampung Rambutan, sopir dan kernet bus ketahuan terlibat dalam peredaran narkoba lintas Sumatera.

Warta Kota/Desy Selviany
Badan Narkotika Nasional (BNN) ungkap sabu jaringan lintas Sumatera-Jakarta, Kamis (23/1/2020) 

Pengedar sabu jaringan Sumatera diciduk di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Seorang sopir dan kernet bus ketahuan terlibat dalam peredaran narkoba lintas Sumatera menggunakan bus penumpang.

Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) DKI Jakarta Brigadir Jenderal Tagam Sianaga mengatakan pihak BNN berhasil menciduk 4 tersangka pengedar narkoba jaringan lintas Sumatera-Jakarta.

Mereka ialah JML (32) kondektur Bus Sempati Star, SAB (47) supir Bus Sempati Star, NDR (40) sebagai kurir sabu dan IHM (22) sebagai penerima sabu.

"Mereka ditangkap di Poll Bus Sempati Air di Terminal Kampung Rambutan pada 10 dan 11 Januari lalu," kata Tagam saat konferensi pers di Kantor BNN kawasan Tanah Abang, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

Tagam mengatakan dari penangkapan tersebut pihak BNN berhasil mengamankan sabu seberat 1 Kg.

 Bandara Soekarno-Hatta Jawab Tamparan Keras Wali Kota Tangerang soal Maraknya Pengangguran

 VANESSA Angel Ajak Suami Bikin Dosa di Dapur Siang Hari, Lihat Pakaian dan Gayanya Bikin Salfok

 UPDATE Raja Keraton Agung Sejagat Pernah Tinggal di Pinggir Rel Kereta Ancol

 Pengamat Bilang Banjir Jakarta 1 Januari 2020 Bukan Kiriman, Ini Buktinya

Kata Tagam menurut pengakuan pelaku mereka sudah mengedarkan narkoba sebanyak 4 kali dengan menggunakan bus umum.

Adapun bus yang digunakan untuk pengiriman narkoba ialah Bus Sempati Star Medan-Jakarta.

"Kemungkinan barang akan diedarkan di kawasan Ciracas Jakarta Timur," kata Tagam.

Kata Tagam para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

 Polisi Ringkus Siswa SMAN 60 Jakarta saat Berada di Sekolahnya karena Keroyok dan Bacok Pelajar

Ancaman penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga kurangan penjara. (m24)

Penulis: Desy Selviany
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved