Breaking News:

Tenaga Kerja

Kekhawatiran Tenaga Honorer di Depok Membuncah Takut Dibuang Bila Penghapusan Tenaga Honorer Berlaku

Kebijakan pemerintah pusat untuk mengganti tenaga honorer Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K) membuat tenaga honorer kebingungan.

Warta Kota/Muhammad Azzam
ILustrasi guru honorer mengajukan tuntutan untuk menuntut kesejahteraan. 

Kebijakan pemerintah pusat mengganti tenaga honorer dengan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K) membuat para tenaga honorer di Pemerintahan Kota Depok kebingungan .

Jujun Rosandi (38), yang berprofesi sebagai guru honorer di sebuah SD Negeri di wilayah Sawangan ini takut bila nantinya kebijakan tersebut justru membuatnya kehilangan pekerjaan.

"Kalau nantinya dilakukan tahapan seperti halnya CPNS, terus kalau yang enggak lulus dibuang begitu saja sementara kita sudah mengabdi lama ke negara," kata Jujun saat dihubungi Warta Kota, Kamis (23/1/2020).

Terlebih, jika nantinya proses seleksi yang dilakukan menerapkan peraturan yang sama dengan perekrutan CPNS.

Sebab, dalam salah satu aturannya, Jujun mengatakan adanya batasan usia bagi mereka yang ingin menjadi PNS.

"Batas usianya kan maksimal 35, lah kalau saya kan sudah lebih usianya," tutur Jujun.

Jika pun nantinya pemerintah pusat tetap memberlakukan kebijakan tersebut, Jujun berharap adanya pertimbangan agar tenaga honorer seperti dirinya bisa tetap dihargai.

"Saat ini, kami juga sedang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi soal batasan usia," katanya.

Kontraktor Monas segera Melakukan Somasi kepada PSI Terkait Tindakan Pencemaran Nama Baik

Diberitakan sebelumnya, rencana penghapusan tenaga honorer oleh Pemerintah Pusat turut menjadi perhatian di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok.

Sekretaris BKPSDM Depok Mary Liziawati mengatakan pihaknya bersifat menunggu arahan dari pemerintah pusat sesuai dengan Pasal 99 pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018.

Halaman
1234
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved