Berita Daerah

Sakit Hati Dikentuti Berkali-Kali, Pasutri Dibacok Tetangganya Pakai Parang, Begini Kronologisnya

Masyarakat dihebohkan adanya pasangan suami istri atau pasutri dibacok tetangganya pakai parang, gara-gara sakit hati dikentuti bekali-kali.

Sakit Hati Dikentuti Berkali-Kali, Pasutri Dibacok Tetangganya Pakai Parang, Begini Kronologisnya
Warta Kota
Ilustrasi - Masyarakat dihebohkan adanya pasangan suami istri atau pasutri dibacok tetangganya pakai parang, gara-gara sakit hati dikentuti bekali-kali. 

Masyarakat dihebohkan adanya pasangan suami istri atau pasutri dibacok tetangganya pakai parang.

Aksi tetangga bacok pasutri pakai parang, lantaran pelaku sakit hati dikentuti berkali-kali oleh pasutri itu.

Berikut ini, kronologi tetangga ngamuk dikentuti pasutri, berujung pasutri dibacok tetangganya sendiri.

FG (46) dan NRD (41) pasangan suami istri di Pengambiran, Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat dibacok dengan parang oleh tetangganya sendiri.

10 Makanan Penyebab Gas Bercokol di Lambung Anda, Hati-hati Bisa Kentut di Mana-mana

WASPADA, Jika Kentut Lebih dari 10 Kali Ada Berati Ada yang Bermasalah, Ini Cara Mengatasinya

Begini Cara Membuat Aroma Kentut Wangi Cokelat Hingga Mawar dan Ada Dampak Buruk Menahan Kentut

Akibatnya korban mengalami luka bacokan di badannya dan dilarikan ke rumah sakit.

Kapolsek Lubuk Begalung AKP Andi Parnigotan Lorena mengatakan, kejadian berawal ketika korban FG diduga mengeluarkan kentut di hadapan tersangka beberapa kali.

"Karena sakit hati, tersangka mendatangi korban pada Selasa (21/1/2020) sekitar pukul 07.00 WIB," kata Andi saat dihubungi Kompas.com.

Menurut Andi, saat tiba di rumah korban, tersangka melihat FG sedang tidur dan tersangka langsung membacok korban di bagian kepala dan dada.

Tak lama berselang, istri FG datang dan kemudian tersangka membacok NRD sehingga menyebabkan luka di telinga dan tangan.

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved