Breaking News:

Revitalisasi Monas

PSI Serang Revitalisasi Monas, Kepala BPPBJ DKI Jelaskan Soal Cara Penilaian Tender

Soal Kantor Kontraktor Penataan Monas di Gang Sempit, Kepala BPPBJ DKI: Penilaian Tender Bukan Hanya Soal Kantor Bagus atau Tidak. Simak selengkapnya.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kondisi sebagian lahan di Monas yang direvitalisasi untuk menambah ruang terbuka hijau, Senin (20/1/2020). 

FRAKSI Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyerang proyek revitalisasi Monas lewat isu kantor kontraktor revitalisasi Monas berada di Gang Sempit menjadi ramai di media social. Viral.

Keramaian itu dibuat oleh anggota DPRD fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian Untayana.

Justin rupanya menelusuri keberadaan perusahaan pemenang tender konstruksi penataan monas, PT Bahana Prima Nusantara melalui akun Twitter pirbadinya #JustinPsi pada Senin (20/1/2020) lalu.

Dalam postingan tersebut, Justin meragukan keberadaan perusahaan tersebut setelah melakukan penulusuran melalui Google Maps.

Ini Penjelasan Kenapa Kontraktor Revitalisasi Monas Berkantor di Gang Sempit

Justin menyatakan bahwa lokasi perusahaan penggarap proyek senilai Rp 71,3 miliar itu berada di gang sempit sehingga dinilainya tak meyakinkan.

Kepala BPPBJ DKI, Blessmiyanda
Kepala BPPBJ DKI, Blessmiyanda (beritajakarta.id)

Terkait hal ini, Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi DKI Jakarta, Blessmiyanda, memberikan penjelasannya.

Menurut Blessmiyanda, sebelum tahun 2017 pernah muncul aturan zonasi perijinan bagi UMKM.

Blessmiyanda menjelaskan, makanya perusahaan yang ikut tender menengah, yakni nilai kontrak Rp 10 Milliar sampai 100 milliar, harus mempunyai izin dengan alamat kantor sesuai lokasi zonasi yang ditetapkan.

ANIES Baswedan Dilempari Tomat di Kawasan Monas Jakpus, Dianggap Gagal Tangani Banjir Jakarta

“Izin itu kan urusan PTSP. Nah, BPPBJ hanya mengklarifikasi bahwa izinnya itu benar dan sesuai aturan atau sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan dalam aturan,” kata Blessmiyanda ketika dihubungi Warta Kota, Seni (21/1/2020).

Berikutnya, kata Blessmiyanda, terkait tender konstruksi ada berbagai hal lain yang menjadi penilaian.
Antara lain likuiditas keuangan, kemampuan dasar, pengalaman dan lainnnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved