Breaking News:

Perang AS Vs Iran

Politisi Iran Gelar Sayembara: Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Donald Trump

"Kami akan memberikan 3 juta dolar AS bagi siapa pun yang bisa membunuh Donald Trump..."

businessinsider.sg
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump 

Hamzeh yang mewakili Kahnouj County, tenggara Kerman, tak menyebut siapa yang bakal membayar sayembara tersebut.

Presiden Donald Trump menyampaikan pidato berisiko tinggi kepada dunia pada hari Rabu, menawarkan perdamaian Iran jika ia meninggalkan ambisi nuklirnya tetapi juga mengancam penggunaan senjata hipersonik jika perang mengikuti
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato berisiko tinggi kepada dunia pada hari Rabu, menawarkan perdamaian Iran jika ia meninggalkan ambisi nuklirnya tetapi juga mengancam penggunaan senjata hipersonik jika perang mengikuti (AP)

Alasan Donald Trump

Trump menjadi sorotan setelah memerintahkan untuk membunuh Soleimani, dan mengklaim si jenderal berpengaruh itu merencanakan untuk membunuh warga AS.

Dalam acara penggalangan dana Partai Republik di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, presiden 73 tahun itu menyebut Soleimani teroris terkenal.

Dalam pidatonya, presiden ke-45 AS tersebut memutuskan membunuh Soleimani karena sudah mengatakan hal buruk tentang AS.

Dia menuturkan mengawasi jalannya penyerangan dari kamera "di atas langit", dan menjabarkan detik-detik ketika Soleimani terbunuh.

Potongan pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraina International Airlines nomor penerbangan 752, yang jatuh di dekat Bandara Teheran pada Rabu (8/2/2020).
Potongan pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraina International Airlines nomor penerbangan 752, yang jatuh di dekat Bandara Teheran pada Rabu (8/2/2020). (Twitter@Aviation_NewsTW)

Serangan Iran, pesawat Ukraina jatuh

Buntut dari kematian Qasem Soleimani, Iran membalas dengan menyerang dua pangkalan AS di Irak pada 8 Januari 2020.

Serangan yang menghantam Pangkalan Ain al-Assad dan Irbil itu dilaporkan melukai 11 tentara AS, meski Trump sempat mengklaim tak ada yang terluka.

Beberapa jam setelah penyerangan, pesawat Ukraina Boeing 737 jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Teheran.

AS dan Kanada kemudian menuding Iran menjatuhkan pesawat Ukraine International Airlines dengan rudal setelah mendapat laporan intelijen.

Teheran yang selama tiga hari membantah menembak, akhirnya mengakuinya pada 11 Januari, dan menyatakan mereka tak sengaja melakukannya.

Dalam keterangan Garda Revolusi Iran, pesawat Ukraina tersebut memasuki 'zona militer sensitif', dan dikira pesawat musuh.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump" Penulis : Ardi Priyatno Utomo

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved