Berita Internasional

Pemimpin Baru ISIS Berjuluk 'Si Penghancur' Ini Dihargai Rp 68 Miliar, Donald Trump Rp 40 Miliar

ADALAH Amir Mohammed Abdul Rahman al-Mawli al-Salbi yang disebut-sebut sebagai pemimpin baru ISIS, pengganti Abu Bakr al-Baghdadi. Siapa dia?

Pemimpin Baru ISIS Berjuluk 'Si Penghancur' Ini Dihargai Rp 68 Miliar, Donald Trump Rp 40 Miliar
twitter via wionews.com
Pemimpin baru ISIS Amir Mohammed Abdul Rahman al-Mawli al-Salbi pengganti Abu Bakr al-Baghdadi 

Jika kematian pemimpin baru ISIS Salbi ditawarkan sebesar Rp 68,3 miliar, seorang politis Iran menawarkan uang hingga Rp 40 miliar bagi siapa saja yang bisa membunuh Presiden AS Donald Trump

ADALAH Amir Mohammed Abdul Rahman al-Mawli al-Salbi yang disebut-sebut sebagai pemimpin baru ISIS, pengganti Abu Bakr al-Baghdadi.

Salbi disebutkan pula sebagai pendiri ISIS yang dijuluki 'Si Profesor' dan 'Si Penghancur'.

Nama Salbi muncul diungkapkan oleh dua sumber dari intelijen dan dilaporkan oleh media Inggris, The Guardian.

Laporan dari Suriah: Bocah 9 Tahun Dijadikan Budak Seks oleh ISIS, Bocah 6 Tahun Hukum Mati Temannya

Pemimpin Perbudakan Etnis Yazidi di Irak Jadi Pemimpin ISIS yang Baru Gantikan Abu Bakr al-Baghadadi

Politisi Iran Gelar Sayembara: Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Donald Trump

Salbi disebut diumumkan sebagai pemimpin baru ISIS beberapa jam setelah kematian Abu Bakr al- Baghdadi, yang tewas pada Oktober lalu.

Baghdadi tewas dengan cara meledakkan diri di rumah persembunyiannya di Idlib, Suriah, setelah diserang oleh pasukan khusus AS.

Dikenal dengan nama gerilya Haji Abdullah, Amir Mohammed Abdul Rahman al-Mawli al-Salbi disebut adalah salah satu pendiri ISIS.

Wanita Yazidi Budak Seks ISIS Ditahan Sampai Kelaparan, Sampai Tak Sadar Makan Bayinya

Di Tong Sampah, 50 Kepala Perempuan Yazidi Korban Budak Seks ISIS Ditemukan Pasukan Elit Inggris SAS

Dilaporkan The Sun Senin (20/1/2020), dia disebut bertanggung jawab dalam perbudakan etnis Yazidi di Irak.

Tahun lalu, dia disebut bernama Abdullah Qardash.

Namun, sumber Irak percaya nama terakhir adalah orang berbeda yang tewas dua tahun lalu.

Halaman
1234
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved