Isu Makar

Pakai Seragam Purnawirawan TNI saat Sidang, Ini Alasan Kivlan Zen

Dia memakai seragam berwarna hijau, terdapat lencana bintang dua di bahu kiri dan kanan sebagai purnawirawan TNI AD.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/GLERY LAZUARDI
Terdakwa kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan amunisi Kivlan Zen memakai seragam purnawirawan TNI saat membacakan eksepsi di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020). 

Sehingga, atas dasar keterangan Iwan, JPU menyusun surat dakwaan atas nama Kivlan Zen.

"Saya sebagai terdakwa dapat memaklumi kesulitan dari penuntut umum dalam menyusun uraian dakwaan menjadi batang tubuh yang terdiri dari bagian kepala, tengah, dan penutup."

"Karena, berkas perkara yang disusun dengan tebak, agar benar saya adalah dalang kerusuhan 21-22 Mei 2019," tambahnya.

 DUA Peretas Website PN Jakpus Cuma Lulusan SD dan SMP, Sudah Bobol 3.896 Situs

Sebelumnya, setelah sempat tertunda sejak Oktober 2019, sidang pembacaan nota keberatan terhadap surat dakwaan alias eksepsi atas nama terdakwa Kivlan Zen, akhirnya digelar.

Tokoh militer Indonesia berpangkat Mayor Jenderal itu membacakan sendiri eksepsi di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020) siang.

Berdasarkan pemantauan, Kivlan Zen berada di kursi terdakwa sambil membacakan eksepsi.

 Alami Bipolar karena Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual, Remaja Ini Kerap Toyor Nenek Kandungnya

Dia berada dalam kondisi sehat sehingga mampu melanjutkan persidangan.

Eksepsi Kivlan Zen terdiri dari 22 halaman.

Eksepsi itu merupakan keberatan terhadap surat dakwaan No. REG. PERK: PDM-622/JKT.PST/08/2019 Tanggal 22 Agustus 2019, yang dibacakan pada 10 September 2019.

 DAFTAR Koruptor yang Pernah Kabur ke Singapura, Jadi Favorit karena Tak Ada Perjanjian Ekstradisi

"Dan dengan kemampuan nalar di usia 73 tahun dalam keadaan sakit, maka saya juga menyatakan keberatan terhadap isi dakwaan a quo."

"Dengan menyatakan penuntut umum dalam menguraikannya tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap dalam penataan konstruksi yuridis atas fakta-fakta perbuatan," tuturnya.

Kivlan Zen juga menyoroti upaya penyidikan yang dilakukan aparat Polda Metro Jaya.

 Janggalnya Upaya PAW Harun Masiku, Sejak Awal PDIP Berjuang Mati-matian demi Eks Kader Demokrat Itu

Dia menilai telah terjadi kriminalisasi terhadap dirinya.

"Penyidikan yang telah dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar 84 hari."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved