Breaking News:

Prostitusi

Kafe Tempat Eksploitasi Anak Dibawah Umur di Gang Royal Sudah Beroperasi 3 Tahun

Kafe Tempat Eksploitasi Anak Dibawah Umur di Gang Royal Sudah Beroperasi 3 Tahun. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Kafe Tempat Eksploitasi Anak Dibawah Umur di Gang Royal Sudah Beroperasi 3 Tahun
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Gang Royal di Rawa Bebek, RT 02/RW 13 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (22/1).

KAFE Khayangan yang berada di kawasan lokalisasi Gang Royal, Jalan Rawa Bebek, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara telah beroperasi selama tiga tahun.

Wakil Ketua RT 02/RW 013 Penjaringan, Agung Tomasia mengatakan Kafe Khayangan tersebut sudah beroperasi sejak tiga tahun belakangan dan merupakan pindahan dari Kalijodo.

“Sudah tiga tahun, pindahan Kalijodo,” kata Agung, Rabu (22/1/2020).

Akun Twitter Wanita Cantik Bahas Kasus Jiwasraya, dan Beberkan Hal Ini

Menurut Agung, pemilik kafe berinisial R alias Mami Atun. Selama tiga tahun beroperasi, Agung tidak tahu kafe itu eksploitasi anak dibawah umur sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Agung mengaku kecolongan dengan perisitwa itu. Apalagi, selama ini pihak RT setempat sudah melakukan pendataan meski Kafe Khayangan termasuk yang tidak kooperatif.

"Sangat kecolongan kalau begini. Soalnya kita sudah mendata terus, tapi ya gitu, kadang-kadang mereka (pemilik kafe) suka susah ngasih identitas pekerjanya," ucap Agung.

Berdasarkan data terakhir, Mami Atun memiliki 15 orang anak buah yang bekerja di kafe tersebut. Hanya saja di antara belasan anak buah Mami Atun, tidak ada yang pernah bertemu.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap enam tersangka praktik eksploitasi anak di bawah umur karena mempekerjakan 10 anak perempuan sebagai pekerja seks komersial (PSK).

'VIDEO: Suku Dinas Kependudukan Angkat Bicara Soal Viral KTP Lucinta Luna Atau Fatah

Mereka dijual seharga Rp 750 ribu hingga Rp 1,5 juta kepada tersangka. Selanjutnya, para korban dipaksa untuk melayani nafsu pria hidung belang hingga 10 orang dalam sehari.

Keenamnya yakni R alias Mami Atun, A alias Mami Tuti, D alias Febi, TW, A serta E. Mami Atun sendiri diketahui sebagai pemilik cafe bersama dengan Mami Tuti yang merupakan mucikari.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved