Buktikan Tak Ada Paksaan Mengenakan Jilbab Tertutup, Alissa Wahid Posting Potret Tokoh Perempuan NU

Buktikan tidak ada paksaan mengenakan jilbab tertutup, Alissa Wahid posting potret tokoh perempuan Nahdlatul Ulama (NU) yang mengenakan jilbab terbuka

Penulis: | Editor: Dwi Rizki
Twitter @azizkomputer
Tokoh Perempuan NU 

"Pikniklah biar lihat keberagaman," imbuh Alissa.

 Larangan Cadar dan Celana Cingkrang Justru Bawa Berkah, Ini Sama Kayak Aturan Jilbab Dulu

 Kaum Hawa Jadi Korban Dampak Kebijakan Jilbab Terkait Keyakinan dan Toleransi Agama yang Berbeda

Sedangkan, pihak yang menyebutkan Ibundanya liberal menurutnya serupa dengan menyebut KH Wahid Hasyim liberal.

Sebab diakuinya, istri dari KH Wahid Hasyim, yakni Nyai Wahid Hasyim tidak berjilbab.

Apabila demikian, KH Bisri Syansuri pendiri Nahdlatul Ulama (NU), ayah dari Nyai Wahid Hasyim pun ditegaskan Alissa seorang liberal.

"Krn Nyai Wahid Hasyim adalah putrinya. Saya hanya ambil contoh yg terdekat dg saya, yaa...," ungkap Alissa.

Sedangkan bagi pihak yang menyebutkan ibunya akan masuk neraka karena tidak mengenakan jilbab, Alissa kembali memberikan analogi sederhana.

"Yang bilang Ibu saya auto-neraka krn tdk berjilbab, gimana? Wiiih, panitia po? Piye sih dulu belajar soal timbangan amal-dosa?," papar Alissa.

"Berarti semua ulama buesar-buesar yang saya sebutkan tadi, juga masuk neraka, hanya gara2 tak wajibkan jilbab? Hayuk belajar lagi soal surga neraka," jelasnya.

Terkait adanya beda pendapat etrsebut, Alissa mengingatkan agar semua pihak dapat bersikap tenang.

Sebab, beda pendapat menurutnya lumrah terjadi.

Alissa Wahid
Alissa Wahid (dok. pribadi)

Hanya saja dirinya tidak menginginkan adanya baku hantam ataupun melibatkan aparat penegak hukum dalam perdebatan.

"Sebagai bangsa, kita memang masih harus belajar berbeda tapi asyik bersaudara. Tapi ada yg menyesatkan dan menghina kita? Kita tidak menjadi hina karena dihina orang lain," tegas Alissa.

"Justru mereka yang menghina kita sejatinya sedang menghinakan dirinya sendiri. Allah mengukur kita dari ketaqwaan kita kok, bukan dari penghakiman orang lain," ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya mengaku tidak akan menanggapi undangan perdebatan ataupun tantangan.

Karena menurutnya tidak semua undangan harus dipenuhi, khususnya undangan untuk berkelahi.

"Ada yang mancing dan ngajak berantem? Ya jangan disambut. Wong agenda mereka memang ngundang berantem. Kalau kita sambut, ya terpenuhi dong tujuan mereka bikin kisruh," tegas Alissa.

"Gitu saja kok repot," tutupnya.

Tidak wajib Pakai Jilbab

Pernyataan Sinta Nuriyah Wahid yang menyebutkan wanita muslim tidak diwajibkan untuk berjilbab terekam dalam channel Youtube milik Deddy Corbuzier pada tanggal 15 Januari 2020.

Dalam talk show tersebut, Sinta mengakui pemashaman tersebut sejalan dengan suaminya, Almarhum Gus Dur.

"Iya (tidak diwajibkan mengenakan jilbab," ungkap Sinta menjawab pertanyaan Deddy Corbuzier tentang pemakaian jilbab.

Hal tersebut pun ditegaskan Putri bungsu Gus Dur, Inayah Wahid.

Inayah katanya tidak pernah diminta Gus Dur untuk mengenakan jilbab.

"Dari dulu enggak pernah," ungkap Inayah.

Pernyataan keduanya tentang wanita muslim tidak diwajibkan untuk berjilbab menuai kontroversi.

Ratusan komentara dituliskan dalam kolom komentar hingga media sosial hingga saat ini.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved