Asal Usul Sunda Empire Diawali Bom Hiroshima-Nagasaki, Rangga : Jangan Disamakan dengan Keraton

Asal Usul Sunda Empire Berawal dari Bom Hiroshima-Nagasaki, Sekjen Sunda Empire Rangga Sasana : Jangan Disamakan dengan Keraton

Asal Usul Sunda Empire Diawali Bom Hiroshima-Nagasaki, Rangga : Jangan Disamakan dengan Keraton
Youtube Indonesia Lawyers Club
Sekretaris Jenderal Sunda Empire Rangga Sasana 

Sekretaris Jenderal De Heren XVII Sunda Empire Rangga Sasana menegaskan agar Sunda Empire tidak boleh disamakan dengan sejumlah kerajaan yang muncul saat ini.

Sebab ditegaskannya Sunda Empire telah ada sejak masa Alexander Agung pada tahun 324 sebelum masehi.

"Sunda Empire adalah satu bentuk kekaisaran matahari yang ada sejak Alexander The Great (Alexander Agung)," ungkap Rangga Sasana dalam Indonesia Lawyers Club (ILC) yang ditayangkan TV One pada Selasa (21/1/2020) malam.

"Ada sejak zaman sejak 324 tahun sebelum masehi itu sudah ada," tegasnya.

Rangga Sasana Ungkap Posisi Sunda Empire di Atas PBB dan Nato serta Kuasai Enam Negara

Sujiwo Tejo-Ridwan Saidi Melongo Dengar Pernyataan Sekretaris Jenderal Sunda Empire, Rangga Sasana

Rangga Sasana menegaskan Sunda Empire yang kini memiliki pemerintahan bernama De Heren XVII itu lahir setelah perang dunia kedua berakhir.

Kelahirannya ditandai dengan penjatuhan bom atom oleh Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang pada Agustus 1945.

"De Heren XVII adalah panitia 17 sejak perang dunia kedua, sejak bom Hirosima-Nagasaki dihancurkan, maka seluruh pemerintahan bumi dinolkan," ungkap Rangga Sasana.

"Maka sejak saat itu, Kekaisaran Sunda atas pemilik dari sertifikat bumi, alen-dilen, yaitu atas Dinasti Padjajaran Siliwangi meneruskan atas tatanan bumi diberikan kepada Vatikan," tambahnya.

Oleh karena itu, dirinya menegaskan agar semua pihak tidak menyamakan Sunda Empire dengan sejumlah kerajaan yang muncul dalam beberapa pekan belakangan.

"Jadi faktor keadaan Sunda Empire itu jangan disamakan dengan keraton-keraton yang muncul tadi. Ini sebuah sistem tatanan dunia yang ada di internasional," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved