Breaking News:

Konflik Natuna

Saran Susi Pudjiastuti Selesaikan Konflik Natuna: Kalau Ada yang Nyolong Tangkap! Tak Perlu Drama

SUSI Pudjiastuti berharap Pemerintah Indonesia memiliki ketegasan dalam bersikap, terkait kapal asing di perairan Natuna.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah) bersama Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (kanan), memberikan paparan saat diskusi Ngopi Bareng Presiden PKS di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020). Diskusi tersebut mengangkat tema Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan. 

SUSI Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, berharap Pemerintah Indonesia memiliki ketegasan dalam bersikap, terkait kapal asing di perairan Natuna.

Sebab, Susi Pudjiastuti menilai, illegal fishing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di wilayah perairan Natuna, bukan masalah kedaulatan.

Sehingga, Pemerintah Indonesia harus melakukan tindakan hukum yang tegas dan konkret tanpa kompromi.

ADIAN Napitupulu Sakit Hati Jaksa Agung Sebut Kasus Semanggi I dan II Bukan Pelanggaran HAM Berat

Hal itu disampaikan Susi Pudjiastuti dalam diskusi bertajuk 'Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan' di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

"Illegal fishing di ZEE Indonesia bukan masalah kedaulatan, jadi semestinya tidak ada urusan mau perang, mau apa, ya penegakan hukum."

"Hak kita diambil, makanya harus ada penegakan hukum atas kedaulatan kita."

FOTO-FOTO SDN 04 Samudrajaya Bekasi Rusak Parah, Plafon Bolong Hingga Lantai Keramik Lepas

"Jadi salah satu yang terpenting adalah policy yang dijalankan dengan konsisten, tanpa kompromi."

"Wibawa negara yang akan menjaga negara dari intervensi dan interupsi dari negara lain," kata Susi Pudjiastuti.

Menurut Susi Pudjiastuti, langkah dalam pencegahan illegal fishing adalah dengan melakukan patroli rutin di perairan Natuna.

Jokowi Sebut Sandiaga Uno Berpeluang Jadi Capres, PDIP: Kami Punya Ganjar, Risma, dan Puan

Dengan begitu, hak berdaulat atas sumber daya alam tetap terjaga.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved