Ibu Kota Pindah

Profil Masayoshi Son, Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru di Kaltim Punya Harta 295,4 Triliun

Salah satu Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru dpilih Pemerintah Indonesia, Masayoshi Son jadi perbicangan hangat publik.

Editor: Panji Baskhara
Shutterstock
Salah satu Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru dipilih Pemerintah Indonesia, Masayoshi Son jadi perbicangan hangat publik. 

Paryono tidak dapat menyebut kajian pemindahan ASN ke ibu kota baru akan selesai sampai kapan.

Mengingat, hal ini masih dibicarakan masing-masing kementerian terkait dan menunggu persetujuan Presiden.

"Saya belum tahu kapan selesai, karena ini menyangkut lintas kementerian, maka tentu Presiden yang akan memutuskan," paparnya.

Ada dua skenario dalam pemindahan ASN yang berada di kawasan Jabodetabek ke ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Adapun jumlah ASN di Jabodetabek sebanyak 182.452 orang dari 34 kementerian dan 50 badan/lembaga.

Skrenario pertama, seluruh ASN langsung dipindahkan ke ibu kota baru.

Skenario kedua, memindahkan sebagian dengan total 118.513 ASN dengan kelompok usia sampai 45 tahun.

"Itu kan masih opsi-opsi, jadi belum ada keputusan," cetus Paryono.

Sementara, Menpan-RB Tjahjo Kumolo mengaku sedang menyisir ASN yang bakal dipindahkan ke ibu kota baru di Kalimantan Timur.

"Lagi tahap pemetaan ASN di kementerian dan lembaga nasional," ujar Tjahjo Kumolo dalam pesan singkatnya di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Menurut Tjahjo Kumolo, tahap selanjutnya adalah pendataan ASN yang memasuki masa pensiun pada periode 2023 sampai 2024.

Setelah itu, data tersebut kemudian dikoordinasikan dengan sekretaris jenderal masing-masing kementerian maupun lembaga.

"Ini untuk inventarisasi nama jabatan dan kompetensinya, yang bisa ikut tugas di ibu kota negara baru," jelas Tjahjo Kumolo.

Tjahjo Kumolo menjelaskan, proses pemindahan ASN akan dilakukan sekaligus, tanpa ada tahapan satu maupun selanjutnya.

Jika nantinya kekurangan ASN di ibu kota baru, kata Tjahjo Kumolo, pemerintah dapat mengalihkan ASN daerah menjadi ASN pemerintah pusat.

"Menurut saya masih bisa mengakomodir ASN pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Timur untuk jadi ASN pusat di ibu kota negara nanti."

"Yang prinsipnya kami akan koordinasi dengan Gubernur Kalimantan Timur," terangnya.

Dua Skenario

Kemenpan RB telah membahas skenario tahapan pemindahan ASN ke ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Tribunnews, terdapat dua skenario pemindahan ASN.

Dokumen ini telah dikonfirmasi kebenarannya oleh salah satu humas Kemenpan RB.

"Saya hanya bisa konfirmasi bahwa (dokumen) itu benar dari Kemenpan RB," ujar humas Kemenpan RB kepada Tribunnews.com, Jumat (17/1/2020).

Dalam dokumen tersebut dijelaskan total PNS pusat yang berlokasi di Jabodetabek berjumlah 182.462 orang.

Rinciannya, 143.523 PNS dari 34 kementerian, dan 38.939 PNS dari badan atau lembaga.

Adapun 102.597 PNS berjenis kelamin laki-laki, dan 79.865 PNS berjenis kelamin perempuan.

Rentang usia PNS juga beragam, mulai dari di bawah usia 20 tahun hingga di atas usia 60 tahun.

Menurut dokumen itu, skenario pertama pemindahan ASN adalah memindahkan semua PNS yang berjumlah 182.462 orang.

Skenario itu diambil berdasarkan dua asumsi.

Asumsi pertama, kelembagaan K/L dan bussiness process sama dengan saat ini.

Asumsi kedua, rekrutmen ASN baru memiliki prinsip zero growth.

Dalam skenario kedua disebutkan, ASN hanya dipindahkan sebagian dengan rentang usia PNS di bawah 20 tahun hingga usia 45 tahun saja.

Jumlah yang akan dipindahkan dalam skenario ini mencapai 118.513 orang, dengan rincian 116.157 PNS pusat dan 2.356 pejabat struktural.

Skenario kedua diambil berdasarkan dua asumsi pula.

Asumsi pertama, kelembagaan K/L dan bussiness process beralih menjadi smart government.

Asumsi kedua, rekrutmen ASN baru memiliki prinsip zero growth untuk lima tahun ke depan.

Terkait pemindahan ASN ini, Kemenpan RB juga merinci biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk pemindahan ASN tersebut.

Biaya ini meliputi biaya transportasi Jakarta-Balikpapan bagi ASN dan keluarganya.

Diasumsikan satu orang ASN membawa empat orang, yakni suami/istri, dua anak, dan satu pekerja rumah tangga.

Selain itu, ada pula biaya uang harian yang dikeluarkan bagi ASN dan keluarganya selama tiga hari pasca-tiba di ibu kota baru.

Dengan skenario pertama, estimasi perhitungan biaya pemindahan ASN akan mencapai angka Rp 2.913.211.322.500.

Skenario kedua, estimasi perhitungan biaya pemindahan ASN akan mencapai angka Rp 1.893.704.390.000.

Namun, biaya-biaya tersebut belum termasuk biaya pengepakan dan angkutan barang bagi ASN dan keluarganya.

Tiket transportasi PNS dan keluarga juga disesuaikan dengan masing-masing golongan. (Seno Tri Sulistiyono)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Profil Masayoshi Son, Dewan Pengarah Ibu Kota Baru Berharta Rp 295,4 Triliun"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved