Kamis, 4 Juni 2026

Kenali Gejala dan Cara Mewaspadai Antraks seperti di Gunung Kidul

Berikut ini gejala dan cara mengantisipasi wabah Anthraks seperti terjadi di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Tayang:
ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI
Personel Babinsa TNI mengangkat bangkai babi dari aliran Sungai Bederah, untuk dikubur, di Kelurahan Terjun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019). Sedikitnya 5.800 ekor babi mati diduga akibat wabah virus Hog Kolera dan African Swine Fever atau demam babi Afrika di 11 kabupaten/kota di Sumut. 

Berikut ini gejala dan cara mengantisipasi wabah Anthraks seperti terjadi di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Wabah antraks baru-baru ini terjadi di kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta yang ditemukan 2 kasus dan bermula dari kematian kambing di Kecamatan Panjang.

Penyakit antraks adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang dapat menyerang hewan dan manusia.

Kebiasaan Mencuci Tangan Bisa Membantu Pencegahan Wabah Pneumonia Seperti yang Terjadi di Wuhan Cina

Masa inkubasi antrask ini berkisar tujuh hari, tetapi umumnya berkisar 2 sampe 5 hari yang bisa menular dari hewan maupun lingkungan.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tapi kewaspadaan perlu ditingkatkan,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Masyarakat Kementerian Kesehatan, Anung Sugihartono di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

Untuk manusia langkah pencegahan yang pertama adalah mengenali terlebih dulu gejala antraks yakni luka pada kulit berwarna hitam yang dikelilingi bengkak, demam, mual, muntah, nafsu makan menurun, nyeri perut, diare segeralah membawa ke puskesmas atau rumah sakit.

Wabah Pneumonia di Wuhan, Dokter Paru-paru Ingatkan Jangan Panik dan Ini yang Perlu Dilakukan

Jika mengalami gejala tersebut segeralah untuk memeriksakan ke puskesmas atau rumah sakit.

Kemudian antisipasi dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boots dan sarung tangan

Mencuci tangan setelah memegang hewan ternak sakit atau mengolah bahan hewan, dan tidak mengonsumsi bahan makanan asal hewan yang sakit.

Tidak menyembelih hewan ternak sakit atau mati, dan tidak membuang sembarangan bahan asal hewan ternak yang sakit atau mati.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved