Breaking News:

Bukan Hanya Pesawat Terbang, Haerul Rupanya Pernah Merakit Helikopter Otodidak Tahun 2002

Bukan Hanya Pesawat Terbang, Haerul Rupanya Pernah Merakit Helikopter Otodidak Tahun 2002.

SUDDIN SYAMSUDDIN
Chaerul montir yang membuat pesawat rakitan dari onderdil motor dan berhasil terbang 

Berhasil mengudara mengendarai pesawat terbang yang dirakitnya sendiri, sosok Chaerul kini kian viral.

Namun dibalik kesuksesan Pemuda asal Pinrang, Sulawesi Selatan itu merakit pesawat terbang, Chaerul rupanya kerap kali gagal.

Hal tersebut diutarakan Chaerul ketika bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di Bina Graha Komplek Istana Kepresidenan, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (20/1/2020).

Dalam kunjungannya tersebut, Chaerul mengaku pernah merakit sebuah helikopter hampir dua dekade lalu.

Namun, helikopter yang dirakitnya sendiri itu gagal terbang.

Akan tetapi, semangat Chaerul untuk menciptakan pesawat dari barang bekas tidak berbuah percuma.

Pesawat model ultralight rakitannya berhasil mengudara di Pantai Ujung Tape, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang pada Rabu (15/1/2020) lalu.

Motivasi Haerul merakit pesawat karena dirinya belum pernah naik pesawat dan ingin merasakan seperti apa naik pesawat

“Saya apresiasi Pak Haerul berani melakukan sesuatu. Kedua, semangat pantang menyerah yang bisa memberikan aspirasi kepada anak muda,” ujar Moeldoko dikutip Kantor Staf Presiden twitter @KSPgoid.

Moeldoko menilai inovasi yang dimiliki Haerul layak dikembangkan di Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

“Ini juga selaras dengan program Manajemen Talenta Nasional yang sedang digagas KSP. Mencari anak-anak Indonesia yang punya bakat unggulan agar mereka bisa memperjuangkan impiannya,” tegasnya.

Haerul, montir perakit pesawat terbang ringan (ultra light) asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan bertemu Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di Bina Graha pada Senin (20/1/2020).
Haerul, montir perakit pesawat terbang ringan (ultra light) asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan bertemu Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di Bina Graha pada Senin (20/1/2020). (Twitter @KSPgoid)

Diakhir, Moeldoko meminta para akademisi yang ikut dalam pertemuan untuk terus mengawal apa yang dilakukan oleh Haerul.

Haerul didampingi oleh Asdar, Lurah Pallameang, Kabupaten Pinrang, tiga akademisi Unhas Dr. Bastian Jabir, Dr. Rustan Tarraka, Dr. Muh Syahid serta Kadispen AU Marsma TNI Fajar Adriyanto
Haerul didampingi oleh Asdar, Lurah Pallameang, Kabupaten Pinrang, tiga akademisi Unhas Dr. Bastian Jabir, Dr. Rustan Tarraka, Dr. Muh Syahid serta Kadispen AU Marsma TNI Fajar Adriyanto (Twitter @KSPgoid)

Belajar dari Youtube

Dikutip dari Kompas.com, Tidak hanya belajar cara merakit pesawat, Chaerul diketahui juga belajar cara menerbangkan pesawat secara otodidak dari tutorial di YouTube.

"Belajar dari Youtube. Kebanyakan channel luar negeri," kata Chaerul usai bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/1).

"Bahkan jadi pilot pun dari YouTube semua," tuturnya.

Chaerul yang hanya tamatan SD ini lalu nekat mencoba merakit pesawat dengan sejumlah barang-barang bekas seperti mesin sepeda motor.

Dia harus merogoh kocek sekitar Rp 30 juta yang berasal dari dana pribadinya.

Empat Kali Gagal

Saat pertama kali mencoba menerbangkan pesawat buatannya, itu juga pertama kalinya bagi Chaerul naik pesawat.

Jangankan menjadi pilot, menjadi penumpang pesawat pun belum pernah ia rasakan.

Oleh karena itu, ia mengakui sempat deg-degan saat mencoba terbang untuk kali pertama.

Chaerul pun harus beberapa kali gagal terbang.

"Itu (menerbangkan pesawat) yang sulit. Tapi tes uji cobanya sempat tiga kali, terbang, jatuh lagi. Parah, saya luka dan pesawatnya diperbaiki lagi," ujar dia.

Baru setelah 5 kali percobaan, pesawat yang dirakit Chaerul berhasil mengudara.

Pesawat itu terbang setinggi 10-12 meter.

Sorakan tepuk tangan dan teriakan kegembiraan terdengar sesaat setelah pesawat tersebut berhasil berkeliling di atas permukaan laut Ujung Tape, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bertemu dengan Chaerul, montir motor asal Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (20/1/2020). Kisah Chaerul yang berhasil merakit pesawat dari barang bekas membuat Moeldoko tertarik untuk mengundangnya ke Istana.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bertemu dengan Chaerul, montir motor asal Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (20/1/2020). Kisah Chaerul yang berhasil merakit pesawat dari barang bekas membuat Moeldoko tertarik untuk mengundangnya ke Istana. (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Diundang ke Jakarta

Cerita tentang keberhasilan Chaerul merakit pesawat langsung tersiar luas.

Ia sampai diundang ke Istana dan bertemu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Sebelumnya, ia juga diundang Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna untuk menjajal pesawat TNI AU di Halim Perdanakusuma.

Moeldoko mengaku kagum dengan semangat dan bakat Chaerul dalam merakit pesawat dari barang bekas.

Mantan Panglima TNI itu mengatakan, pesawat yang dirakit Chaerul memang sangat sederhana dan mengingatkannya pada pesawat pada era '40-an.

Secara teknologi, pesawat itu memang ketinggalan.

Namun, Moeldoko mengaku salut dengan semangat pria yang tak tamat sekolah dasar ini.

"Tadi saya sudah melihat videonya pesawat yang dia bikin sendiri, dari otodidak, belajar sendiri. Dan melalui perjuangan yang keras. Lima kali uji coba alhamdulillah pada uji coba yang kelima bisa terbang," kata Moeldoko.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI Fajar Adriyanto menyebut TNI AU akan membina Chaerul agar bisa merakit dan menerbangkan pesawat secara aman dan tak menyalahi regulasi.

"Sebenernya kan ini pesawat terbang tanpa regulasi dan sebagainya, nah kami wadahi dalam Federasi Aerosport Indonesia (FASI) sehingga di sana kan ada pesawat swayasa, rakitan, kami akan ajak dia untuk bergabung," ucap Fajar.

Fajar yang juga seorang pilot mengaku kagum dengan tekad dan bakat yang ditunjukkan Chaerul.

Ia mengakui menerbangkan dan merakit pesawat bukan lah hal yang mudah.

Namun, Chaerul bisa melakukannya hanya dengan belajar dari YouTube.

"Ini salah satu penggunaan medsos yang positif. Jadi youtube ditonton untuk dipelajari, bukan untuk hal-hal lain," kata Fajar.

Sukses 

Pesawat buatan Chaerul, montir di Langga, Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, akhirnya bisa terbang.

Pesawat dari mesin Kawasaki Ninja 150R itu terbang setinggi 20 meter di atas pantai Langga.

Saat terbang, Chaerul sempat bermanuver sebanyak dua kali.

"Setelah melakukan beberapa perbaikan dan perubahan posisi mesin. Akhirnya pesawat saya bisa terbang." Kata Chaerul usai menerbangkan pesawatnya dikutip dari Kompas.com pada Rabu (15/1/2020).

Penerbangan pesawat kecil buatan Chaerul disaksikan puluhan warga Langga, Kabupaten Pinrang.

Chaerul mengaku perasaannya bercampur aduk saat pesawatnya akhirnya bisa melayang di udara.

"Pesawat dicoba terbang dengan landasan pasir pantai. Saya terbang dengan perasaan waswas dan juga senang." ujar Chaerul.

Peristiwa itu membuat obsesi Chaerul sejak untuk naik pesawat pesawat terbang tercapai.

Montir yang hanya mengeyam pendidikan di sekolah dasar ini bisa mengudara berbekal barang bekas dan mesin motor hasil rakitannya sendiri.

"Yang membuat saya terus semangat adalah Obsesi saya ingin menaiki pesawat terbang. Sejak kecil belum pernah naik pesawat. " Jelas Chaerul.

Sebelum keberhasilan terbang pada hari ini, pesawat buatan Chaerul pernah diuji coba di Lapangan Malimpung, Kecamatan Patang Panua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Minggu (1/12/2019).

Namun, kala itu Chaerul gagal menerbangkan pesawatnya.

"Dari hasil uji terbang, kami akan melakukan revisi. Uji coba tadi yang gagal terbang, termasuk pada Chaerul jadi pilot, belum terlalu menguasai cara terbang pesawat," kata Halid, mantan penerjun Kopassus Kapten Halid, yang selalu mendampingi Chaerul.

Keberhasilan Chaerul menerbangkan pesawat rakitannya mengundang kagum masyarakat.

Penerbangan pesawat perdananya itu pun kini viral di media sosial.

Belajar dari Youtube

Pesawat ultra light buatan Chaerul ini terbuat dari barang-barang bekas.

Seperti roda dari gerobak pengangkut pasir.

Untuk sayapnya terbuat dari parasut bekas yang kerap dijadikan selimut mobil.

Katanya Chaerul sukses merakit pesawat hanya belajar dari Youtube.

Chaerul merakit pesawat bersama 2 orang rekannya hingga menghabiskan biaya tidak sampai Rp 30 juta.

“Untuk badan pesawat saya menghabiskan biaya Rp 8 juta sementara untuk mesin motor Rp 15 juta,” kata Chaerul (15/1/2020) dikutif dari grup FB Warta Borneo Update.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved