Berita Depok

Ada 8.870 KK di Depok Belum Punya Septic Tank, Warga Terpaksa Buang Hajat di Kali dan Sungai

Tak disangka, sebanyak 8.870 KK di Depok belum punya septic tank, sehingga terpaksa para warga Depok buang hajat di kali dan sungai.

Ada 8.870 KK di Depok Belum Punya Septic Tank, Warga Terpaksa Buang Hajat di Kali dan Sungai
Independent
Ilustrasi - Tak disangka, sebanyak 8.870 KK di Depok belum punya septic tank, sehingga terpaksa para warga Depok buang hajat di kali dan sungai. 

Tak disangka, sebanyak 8.870 KK di Depok belum punya septic tank, sehingga terpaksa para warga Depok buang hajat di kali dan sungai.

Total 8.870 KK tak punya septic tank di Depok tersebut, diungkap langsung Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman atau Kadis Rumkim Kota Depok Dudi Miraz.

Dudi Miraz juga tak menampik, banyaknya warga Depok buang air besar di kali dan sungai sampai saat ini.

"Kota Depok yang notabene berjarak hanya satu jam ke Istana Negara atau Monumen Nasional (Monas) masih ada 8.870 Kartu Keluarga (KK) yang masih belum punya septic tank, "kata Dudi saat audiensi dengan Komisi IV DPRD Jawa Barat di Balaikota Depok, Pancoran Mas, Selasa (21/1/2020).

Ibunda Ayu Selisa, Kerangka yang Ditemukan di Septic Tank, Akui Anaknya Sering Jadi Korban KDRT

VIDEO: Septic Tank Meledak, Begini Tips Pencegahan dari Puslabfor Polri Agar Tidak Terjadi

Rumah Kontrakan Berpenghuni 21 KK Bakal Dibongkar Jika Tidak Bangun Septic Tank dan Jamban

Data ini, kata Dudi, berdasarkan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.

Guna menangani permasalahan ini, Dudi meminta bantuan pembangunan septic tank ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui DPRD Jabar sehingga bisa terealisasi di tahun depan.

"Tahun 2019 kita dapat bantuan Rp 1 miliar untuk membangun dua septic tank komunal di Cisalak dan Bojong Pondok Terong. Di mana satu septic tank ini bisa 35 KK sampai 40 KK, " tutur Dudi.

Mengutip artikel Wartakotalive tahun 2017, sebanyak 11.690 Kepala Keluarga (KK) di Depok, diketahui belum memiliki septic tank atau tempat penampungan tinja, yang layak, sampai November 2017 ini.

Mereka adalah warga prasejahtera dan tinggal di wilayah pinggiran Kota Depok atau wilayah perbatasan.

Hal itu diakui Kadis Rumkim Kota Depok Herry Restu Gumelar, Minggu (19/11/2017).

Halaman
1234
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved