Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Siswi SMP Lompat Dari Lantai 4 Diduga Korban Perundungan, KPAI Tunggu Pemeriksaan Polisi

"Menurut kami, kita akan tunggu yah kepolisian seperti apa," ujar Retno saat ditemui di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (20/1/2020).

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
Proses pemakaman siswi SMP di TPU Pondok Rangon, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (16/1/2020). 

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menanti laporan dari penyidik Polres Metro Jakarta Timur yang kini menangani kasus kematian siswi SMP berinisial SN (14).

Muncul dugaan bahwa SN jadi korban perundungan sehingga menyebabkan ia tertekan dan nekat melompat dari lantai 4 gedung sekolahnya pada Selasa (14/1/2020) lalu.

"Menurut kami, kita akan tunggu yah kepolisian seperti apa," ujar Retno saat ditemui di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (20/1/2020).

Berdasarkan keterangan yang didengarkannya dari pihak sekolah, SN cukup memiliki banyak teman akrab di sekolah.

"Bisa jadi kan ada soal suka dan tidak suka, pasti banyak. Tapi anak ini ternyata memiliki banyak kawan-kawan akrab, dekat. Artinya dia sebenarmya tidak sendirian, jadi artinya dia juga punya teman-teman yang juga jadi tempat curhatnya," katanya.

Pihak sekolah juga menyatakan kepada Retno bahwa SN bukan korban perundungan seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.

Diperlukan pendalaman untuk menelusuri hal tersebut dengan cara menanyakannya langsung kepada teman dekat SN.

"Kalau pembully-an dikatakan tidak terjadi oleh pihak sekolah. Tapi kan kita tidak bisa juga kalau bilang tidak terjadi lansung tanpa menanyakan pada teman-teman terdekat korban. Kita akan coba tanyakan dulu," ungkap Retno.

Saat ini, pihak sekolah bersih keras bahwa motif dibalik kematian SN dipicu lantaran kesedihannya yang ditinggal Ibunda pada beberapa bulan lalu.

"Untuk sementara problem yang dimunculkan adalah kehilangan Sang Ibu. Itu yang paling memukul si anak. Jadi perubahan sikap yang paling kuat adalah ketika ibunya meninggal," ujar Retno.

Ia pun meminta agar masyarakat bersabar hingga bisa mengungkap motif sebenarnya atas insiden meninggalnya SN.

"Tapi kan ini anak tidak boleh ditanya berulang-berulang. Kalau kepolisian yang sudah mengurus, kami tinggal menunggu saja. Apa betul pembully-an seperti yang diduga itu terjadi," katanya. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved