Wabah Penyakit

Kemenkes Sebut Wabah Antraks di Gunung Kidul Bisa Dikendalikan

Kemenkes Sebut Wabah Antraks di Gunung Kidul Bisa Dikendalikan. Simak selengkap-lengkapnya di dalam berita ini.

Kemenkes Sebut Wabah Antraks di Gunung Kidul Bisa Dikendalikan
hutanku.com
Hutan Jati di Gunung Kidul 

WABAH penyakit antraks terjadi di Dusun Ngejek Wetan, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakart (DIY) menyebar di dua kecamatan yakni Ponjong dan Semanu.

Penyebarannya bermula dari kematian satu kambing di Kecamatan Ponjong, yang kemudian keesokannya diikuti kematian satu sapi.

Kemudian pada 23 hinga 27 Desember kematian hewan semakin meningkat yakni sebanyak 5 kambing mati dan dua sapi.

Kebiasaan Mencuci Tangan Bisa Membantu Pencegahan Wabah Pneumonia Seperti yang Terjadi di Wuhan Cina

Berdasarkan hasil penelitian BBVet Wates yang meneliti serum kambing dan serum sapi yang mati tersebut tiga sapi dan dua sapi positif antraks.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Masyarakat Kementerian Kesehatan, Anung Sugihartono menyebutkan sejak saat itu lokasi ternak yang mati, kandang dan tempat air sudah didesinfeksi dengan formalin.

Walaupun masih ada kematian hewan hingga tanggal 9 Januari yakni namun jumlahnya terus menurun, sehingga bahaya antraks dipastikan telah menurun.

“Sampai laporan terakhir kematian hewan tanggal 6 Januari itupun belum ada laporan karena antraks atau yag lain,” tutur Anung di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

Marak Teror Ular Kobra Ternyata Pertanda Akan Terjadi Wabah Berbahaya di Tahun 2020

Kemudian penularan antraks dari hewan ke manusia di Gunung Kidul ini mencapai dari 50 kasus dan 21 warga positif dinyatakam antraks. Kemudian ada satu korban meninggal.

“Intinya dari 21 orang positf ada satu yang meninggal dengan diagnosa meningitis, kanrena antraks bisa bermacam ada kulit pencernaan saluran pernafana, dan bisa meningitis kalau berat,” kata Anung.

Dengan pemberian antibiotik profilaksis pada warga yang terpapar berisiko 576 orang wabah antraks pun bisa dikembalikan dan tidak lagi ditemukan kasus pada orang.

Halaman
12
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved