Breaking News:

OTT KPK

Adian Napitupulu: Harun Masiku Kemungkinan Pelaku Suap Atau Korban Iming-iming

Adian Napitupulu menyatakan partainya tidak akan meminta Harun Masiku jadi anggota DPR, jika tak ada putusan Mahkamah Agung.

KPU
Harun Masiku 

"Berdasarkan perbedaan itu dibuatlah judicial review itu suara siapa."

"MA putuskan itu tetap menjadi suara sah calon yang sudah meninggal dan tetap menjadi suara sah untuk partai," tuturnya.

PSI Lihat Gelagat Naturalisasi Ala Anies Baswedan Bakal Dilakukan di Sungai yang Sudah Lebar

Lalu berdasarkan keputusan MA itu, PDIP mengajukan pertanyaan bisa tidak pemilik suara yang sudah meninggal itu dipindahkan kepada orang lain?

Adian Napitupulu mengatakan, MA menjawab hal itu bisa dilakukan, karena sudah menjadi kewenangan partai.

"Menjadi kewenangan diskresi dari pimpinan partai politik untuk menentukan kader terbaik yang akan menggantikan calon anggota legislatif yang sudah meninggal dunia."

Terendam Banjir 1,5 Meter, Warga Kebon Pala Pastikan Bukan Kiriman

"Ini bukan kata PDIP, ini menurut keputusan MA," jelasnya.

Lalu berdasarkan keputusan ini, PDIP memutuskan Harun Masiku menjadi penerima limpahan suara tak bertuan ini.

Lalu partai PDIP mengirimkan surat kepada KPU berdasarkan keputusan MA. Namun KPU melawan keputusan ini.

Baru Dua Hari Lalu Bersihkan Lumpur dari Rumah, Warga Kedoya Utara Kebanjiran Lagi

"Surat menyurat itu tidak akan dikirimkan PDIP kepada KPU, dan PDIP tidak akan meminta Harun Masiku menjadi anggota DPR kalau tidak diberikan keputusan ini oleh MA," tegas Adian Napitupulu.

Adian Napitupulu juga menyebut tersangka Harun Masiku hanya menjadi korban iming-iming dari eks komisoner KPU Wahyu Setiawan.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved