OTT KPK

Adian Napitupulu: Harun Masiku Kemungkinan Pelaku Suap Atau Korban Iming-iming

Adian Napitupulu menyatakan partainya tidak akan meminta Harun Masiku jadi anggota DPR, jika tak ada putusan Mahkamah Agung.

Adian Napitupulu: Harun Masiku Kemungkinan Pelaku Suap Atau Korban Iming-iming
KPU
Harun Masiku 

POLITIKUS Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu menyatakan partainya tidak akan meminta Harun Masiku jadi anggota DPR, jika tak ada putusan Mahkamah Agung.

Anggota Komisi I DPR itu kemudian menjelaskan duduk perkara kenapa akhirnya bisa terjadi proses suap antara Harun Masiku dengan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Menurut saya itu dimulai dari suara tak bertuan, itu suaranya almarhum Nazarudin Kiemas."

PERSIJA Sumbang 3 Pemain Muda untuk Timnas U19, Persib Nihil

"Pertanyaannya adalah ketika dia meninggal, suara itu punya siapa?"

"Siapa yang berwenang yang meletakkan suara itu," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Ada Apa Dibalik Kasus Wahyu?' di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020).

Nazarudin Kiemas adalah caleg asal PDIP yang wafat pada Maret 2019 atau sebelum hari pencoblosan.

LAWAN Dewan Pengawas TVRI, Helmy Yahya Jadikan Mantan Wakil Ketua KPK Sebagai Kuasa Hukum

Dalam rapat pleno, KPU memutuskan pengganti almarhum Nazarudin adalah caleg lain atas nama Riezky Aprilia.

Adian Napitupulu menjelaskan, berdasarkan putuskan MA, tetap menjadi suara sah bagi calon legislatif yang sudah meninggal, lalu keputusan kedua itu juga tetap dianggap suara sah untuk partai.

Namun, keputusan itu berbeda dengan PKPU yang mengatakan suaranya hanya untuk partai.

PSI Cemas Anies Baswedan Cuma Bikin Taman Instagramable di Pinggir Sungai Pakai Dana Rp 136 Miliar

"KPU suara itu serta merta menjadi suara partai, sedangkan tafsiran lain itu tetap menjadi suara dia."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved