Untuk Menyerap Bau Sampah, Pemkot Depok Siapkan Lahan 7,9 Hektar Sebagai Penyangga TPA Cipayung

Pemkot Depok menyiapkan lahan penyangga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung seluas 7,9 hektar di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

Untuk Menyerap Bau Sampah, Pemkot Depok Siapkan Lahan 7,9 Hektar Sebagai Penyangga TPA Cipayung
Warta Kota
Tumpukan sampah di TPA Cipayung yang terletak di Kecamatan Cipayung, Kota Depok, makin menggunung karena Pemkot Depok belum diizinkan buang sampah ke TPPAS Nambo. 

Pemkot Depok menyiapkan lahan penyangga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung seluas 7,9 hektar di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

Wali Kota Depok Mohammad Idris meninjau ke lokasi perluasan daerah penyangga (buffer zone) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan itu, Jumat (17/1/2020)

Lahan seluas 7,9 hektar tersebut telah rampung proses pengadaan lahannya sejak 2019.

Idris mengatakan, peninjauan yang dilakukannya itu untuk melihat lebih jelas lagi di mana posisi buffer zone dan bagaimana garis kontur tanahnya.

“Hal ini untuk bahan kajian terkait perencanaan selanjutnya, apa saja yang bisa ditata di sini,” papar Idris seusai meninjau lokasi buffer zone.

Perluasan buffer zone, kata Idris, bukanlah sebagai tempat pembuangan sampah. 

Melainkan sebagai daerah penyangga untuk mencegah agar bau sampah dari TPA Cipayung tidak tercium ke wilayah lain.

“Tahap selanjutnya kita akan mengusulkan kepada pihak provinsi dan pihak terkait agar lokasi ini dapat menjadi pusat taman hutan kota," tutur Idris.

Dengan demikian, Idris mengatakan, buffer zone bukanlah untuk pembuamgan sampah.

"Karena untuk pembuangan sampah kita sudah punya jatah di TPA Nambo yang ada di kawasan Gunung Leutik, Kabupaten Bogor,” katanya.

Nantinya, di lahan buffer zone tersebut akan dibuat jogging track untuk masyarakat, Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau penghalang lainnya agar bau sampah dapat terserap.

“Jadi, saya tegaskan sekali lagi bahwa buffer zone ini bukan untuk pembuangan sampah tetapi sebagai daerah penyangga,” ujarnya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved